Jumat, 23 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu News180 Kepala PAUD Didorong Utamakan Relasi Manusia di Era Aplikasi

180 Kepala PAUD Didorong Utamakan Relasi Manusia di Era Aplikasi

spot_img

Foto: Direktorat PAUD Kemendikdasmen

KORAN EDUKASI — Sebanyak 180 kepala satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dari lima kabupaten dan kota mengikuti pertemuan penguatan kapasitas di Surabaya pada 19–21 Oktober 2026. Dalam forum tiga hari itu, pendidik diingatkan untuk menggunakan aplikasi sebagai alat bantu tanpa menggeser relasi manusia yang menjadi inti pendidikan anak usia dini.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Mareta Wahyuni, menempatkan kemampuan membangun jiwa anak sebagai tugas utama pendidik. Pesan itu penting ketika layanan PAUD semakin akrab dengan pencatatan digital, aplikasi pembelajaran, serta beragam perangkat berbasis teknologi.

Teknologi tetap menjadi alat bantu

“Tugas terbesar pendidik PAUD tidak dapat tergantikan oleh aplikasi apa pun, yaitu membangun jiwa manusia sejak anak berusia dini,” kata Mareta Wahyuni dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika, Surabaya.

Pernyataan tersebut menegaskan batas peran teknologi. Aplikasi dapat membantu perencanaan, dokumentasi, komunikasi dengan orang tua, dan pengelolaan informasi, tetapi tidak mengambil alih kepekaan pendidik dalam membaca kebutuhan, emosi, serta perkembangan setiap anak.

Bagi kepala satuan PAUD, tantangannya bukan memilih antara teknologi atau pendekatan manusiawi. Keduanya perlu ditempatkan secara proporsional: perangkat digital dipakai untuk mendukung pekerjaan, sementara interaksi langsung, rasa aman, keteladanan, dan perhatian tetap menjadi landasan proses belajar.

Kepala sekolah memegang arah layanan

Posisi kepala sekolah menentukan bagaimana kebijakan itu diterapkan di ruang belajar. Mereka perlu memastikan guru tidak dibebani penggunaan aplikasi yang mengurangi waktu interaksi bermakna dengan anak, sekaligus menjaga agar pemanfaatan teknologi sesuai usia dan tujuan pembelajaran.

Pertemuan lintas lima daerah juga membuka ruang bagi para kepala PAUD untuk bertukar pengalaman pengelolaan satuan. Penguatan kepemimpinan diperlukan karena mutu layanan tidak hanya bergantung pada sarana, tetapi juga pada keputusan sehari-hari mengenai pendampingan guru, komunikasi keluarga, dan penciptaan lingkungan belajar yang aman.

Fokus pada relasi manusia melengkapi upaya pemerintah memperkuat kesiapsiagaan sekolah. Sebelumnya, Kemendikdasmen membekali guru dan tenaga kependidikan di empat provinsi dengan kemampuan tanggap bencana dan dukungan psikososial, dua hal yang juga menuntut kepekaan pendidik terhadap kondisi anak.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img