Sabtu, 24 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsDonggala Salurkan Rp54,06 Miliar untuk Revitalisasi 104 Sekolah

Donggala Salurkan Rp54,06 Miliar untuk Revitalisasi 104 Sekolah

spot_img

Foto: ANTARA/HO-Pemkab Donggala

KORAN EDUKASI — Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengoptimalkan penyaluran anggaran Rp54,06 miliar untuk revitalisasi 104 satuan pendidikan pada 2026. Program mencakup sekolah dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Donggala Ansyar Sutiadi mengatakan dana tersebut berasal dari program prioritas nasional. Setiap sekolah penerima mengelola bantuan dengan tuntutan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas.

Sekolah Mengelola Dana Sesuai Kebutuhan

“Setiap sekolah penerima bantuan revitalisasi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan menggunakan dana revitalisasi secara optimal sesuai kebutuhan pembangunan, serta memperhatikan kualitas pekerjaan dan bahan bangunan agar fasilitasnya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” kata Ansyar di Banawa, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Pemerintah daerah melakukan pengawasan secara berkala terhadap penggunaan anggaran. Perhatian diarahkan pada mutu pekerjaan dan bahan bangunan agar ruang serta fasilitas hasil revitalisasi aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Ansyar menyebut program untuk 104 sekolah itu ditujukan untuk memperbaiki mutu serta kualitas pembelajaran secara merata. Pemerintah daerah berharap sarana yang aman, layak, dan nyaman dapat mendukung efektivitas tenaga pendidik sekaligus motivasi belajar peserta didik.

Berbeda dari Anggaran Seragam dan Mebel

Anggaran revitalisasi Rp54,06 miliar merupakan program tersendiri dari alokasi Rp8 miliar yang sebelumnya disiapkan Pemerintah Kabupaten Donggala untuk sarana penunjang pendidikan. Dana Rp8 miliar itu mencakup Rp3 miliar untuk seragam gratis siswa SD dan SMP serta Rp5 miliar untuk peremajaan mebel sekolah berbasis fabrikasi.

Dengan demikian, revitalisasi 104 sekolah berfokus pada pembangunan dan perbaikan fasilitas fisik, sedangkan anggaran sebelumnya menyasar perlengkapan siswa dan furnitur. Pemisahan ini penting agar nilai kedua program tidak dijumlahkan atau dipahami sebagai satu paket bantuan yang sama.

Perbaikan sarana perlu diikuti pemanfaatan ruang belajar untuk kegiatan yang bermakna, seperti penguatan pembelajaran sains yang terlihat saat 114 siswa SD mempelajari proses produksi baterai. Hasil revitalisasi di Donggala nantinya tetap perlu diukur dari penyelesaian pekerjaan, kelayakan fasilitas, dan penggunaannya oleh sekolah penerima.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img