Foto: Ditjen Dikti Kemdiktisaintek
KORAN EDUKASI — Sebanyak 30 peserta program ASA KARYA dinyatakan lulus sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bidang pengelasan. Program vokasi nonmigas itu ditutup dalam kegiatan Politeknik Negeri Bengkalis bersama Pertamina Hulu Rokan dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Penutupan berlangsung di Aula Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Bengkalis. Acara disandingkan dengan kuliah umum bertema pembangunan generasi vokasi yang unggul, adaptif, dan siap bekerja di tengah transformasi industri energi.
Kampus, Industri, dan Pemda Berkolaborasi
Kuliah umum diikuti ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis serta para peserta ASA KARYA. Manager Maintenance SL North Pertamina Hulu Rokan Agus Santoso menjadi narasumber, sedangkan dosen Politeknik Negeri Bengkalis Elvi Rahmi bertindak sebagai moderator.
Agus menjelaskan rantai nilai industri hulu minyak dan gas, dari pengelolaan sumber daya alam sampai penyaluran energi. Ia juga memaparkan capaian program serta sinergi yang dibangun antara perguruan tinggi vokasi, perusahaan, dan pemerintah daerah.
“Program ASA KARYA ini membuktikan bahwa kolaborasi antara industri, kampus vokasi, dan pemerintah daerah mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. Kami berharap para lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru di daerahnya,” ujar Agus.
Keterampilan Teknis Ditopang Etika Kerja
Direktur Politeknik Negeri Bengkalis Johny Custer menilai penguasaan keterampilan teknis dan teknologi perlu disertai etika, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap sesama. Bekal tersebut dinilai penting karena kebutuhan industri tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan teknologi.
Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari mengapresiasi penunjukan Politeknik Negeri Bengkalis sebagai mitra pendamping program sertifikasi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan kapasitas kampus vokasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan industri.
Program ini menambah contoh hubungan perguruan tinggi dengan dunia kerja, sejalan dengan dorongan agar kampus melembagakan kreativitas dan mengubah karya menjadi nilai ekonomi. Bagi 30 lulusan, sertifikat BNSP menjadi pengakuan kompetensi, sedangkan peluang kerja atau usaha tetap bergantung pada pemanfaatan keterampilan setelah program berakhir.




