Senin, 19 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsWamendiktisaintek Minta Kampus Lebih Adaptif, Lulusan Tak Cukup Hanya Siap Kerja

Wamendiktisaintek Minta Kampus Lebih Adaptif, Lulusan Tak Cukup Hanya Siap Kerja

spot_img

Foto: ANTARA/Ananto Pradana

KORAN EDUKASI — Perguruan tinggi diminta mengembangkan tata kelola dan pembelajaran yang lebih adaptif agar lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membaca perubahan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan di Universitas Negeri Malang, Minggu, 18 Oktober 2026.

Fauzan menilai pembelajaran di kampus perlu tetap relevan dengan perkembangan zaman. Pengetahuan konseptual harus dihubungkan dengan kemampuan menerapkan ilmu, karena kebutuhan masyarakat dan dunia kerja berubah lebih cepat daripada siklus penyusunan kurikulum.

Pembelajaran perlu mendekati persoalan nyata

Ia menggunakan analogi belajar berenang untuk menjelaskan pentingnya pengalaman praktik. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menerima penjelasan mengenai suatu keterampilan tanpa kesempatan memahami cara kerja dan penerapannya.

“Jangan sampai hanya mengajari tentang renang karena anak tidak akan bisa berenang,” ujar Fauzan sebagaimana diberitakan ANTARA. Pernyataan tersebut menekankan perlunya pembelajaran yang memberi ruang untuk mencoba, memecahkan masalah, dan mengevaluasi hasil.

Fauzan juga mendorong kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah dan perusahaan swasta. Kolaborasi dinilai dapat memperluas pengalaman mahasiswa, mempertemukan pembelajaran dengan kebutuhan lapangan, serta membantu lulusan mengenali peluang kerja tanpa menjadikan penyerapan tenaga kerja sebagai satu-satunya ukuran mutu pendidikan tinggi.

Keterampilan sosial ikut menentukan

Rektor Universitas Negeri Malang Hariyono menjelaskan kampusnya menerapkan pendidikan berbasis emansipatoris. Pendekatan itu tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan sosial mahasiswa agar lebih siap menghadapi perubahan.

Hariyono mengingatkan bahwa jenis pekerjaan, teknologi, dan cara masyarakat memperoleh informasi dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Karena itu, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri perlu dibangun bersamaan dengan penguasaan disiplin ilmu.

Arah tersebut berkaitan dengan upaya mempercepat layanan akademik, termasuk digitalisasi administrasi kelulusan di perguruan tinggi. Namun, adaptasi kampus tidak cukup diukur dari penggunaan teknologi; perubahan harus terlihat dalam pengalaman belajar dan kemampuan lulusan menyelesaikan persoalan nyata.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img