Minggu, 11 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsPagar SDN Tapos 3 Ambruk, Dua Siswa Kelas III Terluka

Pagar SDN Tapos 3 Ambruk, Dua Siswa Kelas III Terluka

spot_img

Foto: Dicky Agung Prihanto/Liputan6.com

KORAN EDUKASI — Dua siswa kelas III SDN Tapos 3, Kota Depok, mengalami luka pada bagian belakang kepala setelah pagar pembatas sekolah ambruk. Peristiwa terjadi saat sejumlah murid duduk di dekat tembok sembari menunggu pelajaran olahraga pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Kepala SDN Tapos 3 Arum Ika Susanti menjelaskan terdapat lima anak di sekitar pagar ketika tembok runtuh. Dua siswa tertimpa material dan langsung dibawa untuk memperoleh penanganan medis.

Setelah menjalani pemeriksaan, kedua siswa diperbolehkan pulang untuk memulihkan kondisi. Sekolah juga telah menghubungi orang tua dan berkoordinasi dengan bagian sarana dan prasarana Dinas Pendidikan Kota Depok.

Tembok lama telah dinilai rapuh

Pihak sekolah menyatakan kondisi pagar sebelumnya sudah rapuh dan berisiko. Dinas Pendidikan Kota Depok juga telah mendatangi lokasi serta mendapati tembok tersebut berusia lama dan membutuhkan perbaikan.

Perbaikan pagar sebenarnya direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Namun, sekolah belum memperoleh kepastian tanggal pelaksanaan ketika insiden terjadi. Kondisi ini membuat penanganan bagian bangunan yang tersisa menjadi penting sebelum kegiatan siswa kembali berlangsung di sekitar area tersebut.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Depok Gunawan mengatakan respons awal terhadap korban telah dilakukan sesuai prosedur layanan kesehatan. Keterangan dinas menyebut luka kedua siswa tidak tergolong berat.

Pengamanan area menjadi kebutuhan segera

Selain perbaikan fisik, sekolah perlu memastikan area pagar yang rusak tidak lagi dapat dijangkau siswa selama proses penanganan. Langkah pengamanan sementara diperlukan karena murid menggunakan halaman sekolah untuk menunggu maupun mengikuti aktivitas pembelajaran.

Insiden di Depok menambah perhatian terhadap pemeliharaan bangunan sekolah. Pada kasus lain, plafon SDN 2 Cepoko di Sragen ambruk dan melukai dua guru, menunjukkan bahwa pemeriksaan kondisi struktur tidak seharusnya menunggu kerusakan terjadi.

Dinas Pendidikan Kota Depok belum menjelaskan jadwal pasti perbaikan pagar. Kejelasan waktu pengerjaan, pembatasan area berbahaya, dan pemeriksaan bagian bangunan lain diperlukan agar kegiatan belajar dapat berlangsung tanpa menempatkan siswa pada risiko serupa.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img