Jumat, 30 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu News275 Guru dan Penilik Jaksel Ikuti Pembinaan Pengembangan Karier

275 Guru dan Penilik Jaksel Ikuti Pembinaan Pengembangan Karier

spot_img

Foto: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta

KORAN EDUKASI — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar pembinaan pengembangan karier bagi 275 guru dan penilik. Kegiatan ini membahas kebijakan jabatan fungsional, penilaian kinerja, angka kredit, kenaikan pangkat, dan peningkatan kualifikasi akademik.

Peserta terdiri atas 75 orang yang hadir secara langsung dan 200 orang yang mengikuti kegiatan secara daring. Skema hibrida dipakai agar informasi kebijakan dapat menjangkau lebih banyak pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah Jakarta Selatan.

Narasumber berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Badan Kepegawaian Negara. Keterlibatan tiga instansi diperlukan karena pengembangan karier guru bersinggungan dengan kebijakan pendidikan sekaligus tata kelola aparatur sipil negara.

Penilaian kinerja hingga angka kredit

Materi pembinaan menempatkan penilaian kinerja sebagai dasar penting dalam perjalanan karier. Guru dan penilik perlu memahami hubungan antara sasaran kerja, bukti pelaksanaan tugas, pemenuhan angka kredit, dan proses pengusulan kenaikan pangkat.

Pemerintah kota juga menyoroti pentingnya kesesuaian data kepegawaian. Ketidaktepatan dokumen atau informasi dapat memperlambat proses administrasi, sehingga peserta didorong mencermati persyaratan sebelum mengajukan perubahan jenjang jabatan.

Peningkatan kualifikasi akademik turut dibahas sebagai bagian dari pengembangan profesi. Namun, pendidikan lanjutan perlu direncanakan dengan memperhatikan relevansi bidang studi, kebutuhan satuan pendidikan, serta ketentuan kepegawaian yang berlaku.

Kebijakan harus dipahami seragam

Forum ini diharapkan mengurangi perbedaan penafsiran antara guru, sekolah, dan pengelola kepegawaian. Pemahaman yang seragam membantu pendidik mengetahui hak, kewajiban, serta tahapan yang harus ditempuh tanpa bergantung pada informasi yang belum terverifikasi.

Pembinaan juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi hambatan yang kerap muncul dalam pengusulan karier. Pertanyaan peserta dapat dipetakan dan diteruskan kepada instansi berwenang, sehingga penyelesaian tidak berhenti pada penjelasan umum tetapi mengarah pada perbaikan berkas dan prosedur yang tepat.

Pembinaan karier berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki lingkungan belajar melalui program revitalisasi puluhan ribu sekolah. Peningkatan fasilitas perlu diikuti penguatan kapasitas dan kepastian jalur profesional bagi guru yang menjalankan layanan pendidikan sehari-hari.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img