Kamis, 5 November 2026
spot_img
BerandaEdu News61 Relawan Mengajar Jangkau 1.300 Siswa dan Guru di 10 Lokasi

61 Relawan Mengajar Jangkau 1.300 Siswa dan Guru di 10 Lokasi

spot_img

Foto: ANTARA

KORAN EDUKASI — Sebanyak 61 relawan karyawan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk terlibat dalam program pendidikan yang menjangkau lebih dari 1.300 siswa dan tenaga pendidik di 10 lokasi. Kegiatan Energi Mengajar Negeri 2026 itu memadukan sesi belajar bersama dan pemberian bantuan sesuai kebutuhan sekolah.

Program dimulai di Kabupaten Bangka pada 16 September 2026 dan berakhir di Banyuwangi pada 26 Oktober 2026. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan hari ulang tahun ke-61 PGN, Subholding Gas Pertamina.

Lokasi pelaksanaan mencakup Pangkalpinang, Cirebon, Karawang, Pasuruan, Pagar Dewa di Lampung, Kendal, Cilegon, dan Banyuwangi. Khusus di Karawang, kegiatan berlangsung di dua sekolah sehingga keseluruhan program mencapai 10 titik.

Relawan berbagi pengalaman belajar

Para relawan berasal dari berbagai fungsi di perusahaan dan berinteraksi dengan siswa sekolah dasar, terutama di sekitar wilayah operasional PGN. Kegiatan dirancang untuk mendorong kepercayaan diri, membantu anak mengenali potensi, serta memperluas gambaran mengenai cita-cita dan dunia kerja.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyampaikan bahwa keterlibatan karyawan ditujukan untuk mendekatkan kontribusi sosial kepada masyarakat. Menurut dia, interaksi langsung diharapkan memberi motivasi baru bagi siswa untuk terus belajar dan berani mengembangkan potensi.

Program ini merupakan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Karena itu, angka 1.300 penerima manfaat menunjukkan jangkauan kegiatan yang dilaporkan penyelenggara, bukan pengukuran perubahan hasil belajar setelah program selesai.

Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah

Selain sesi belajar, sekolah menerima bantuan berupa fasilitas dan alat pembelajaran, perlengkapan ekstrakurikuler dan olahraga, serta perlengkapan bagi siswa. Penyelenggara juga menyebut menyediakan alat bantu mobilitas untuk siswa penyandang disabilitas di lokasi yang membutuhkan.

Jenis bantuan tidak dibuat seragam karena kondisi setiap sekolah berbeda. Pendekatan berdasarkan kebutuhan dapat membantu menghindari pemberian fasilitas yang tidak terpakai, tetapi manfaat jangka panjang tetap bergantung pada pemeliharaan dan pemanfaatannya oleh sekolah.

Penguatan fasilitas perlu berjalan bersama peningkatan kapasitas pendidik. Agenda tersebut sejalan dengan pembahasan peta jalan peningkatan kapasitas guru, terutama agar dukungan fisik dan kualitas pembelajaran berkembang secara beriringan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img