Foto: Dirjen Binalavotas Kemnaker Darmawansyah memberikan pembekalan kepada peserta MagangHub 2026 Tahap 2. ANTARA/HO-Kemnaker RI.
KORAN EDUKASI — Peserta Program Pemagangan Nasional MagangHub 2026 Tahap 2 diminta menertibkan seluruh administrasi sejak hari pertama. Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan langkah ini penting agar proses belajar di tempat kerja, pemantauan kegiatan, dan pemenuhan hak peserta dapat berjalan sesuai ketentuan.
Perhatian utama tidak berhenti pada kehadiran. Peserta juga perlu memastikan jejak kegiatan hariannya tercatat di platform resmi, rekening penerima uang saku siap digunakan, dan perlindungan jaminan sosial telah diaktifkan.
Empat kewajiban di platform MagangHub
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menyampaikan, “Seluruh peserta pemagangan wajib mengaktifkan akun SIAPKerja, tertib melakukan presensi digital, serta rutin mengunggah logbook dan laporan harian di platform MagangHub.”
Dengan demikian, empat hal yang harus dijaga selama program adalah akun SIAPKerja aktif, presensi digital, pengisian logbook, dan unggahan laporan harian. Catatan ini menjadi bukti keterlibatan peserta sekaligus bahan pemantauan pelaksanaan pemagangan.
Yang perlu selesai sejak hari pertama
Pada awal kegiatan, peserta perlu menandatangani perjanjian pemagangan resmi. Mereka juga harus mendaftarkan rekening bank atas nama pribadi untuk penyaluran uang saku serta memasang aplikasi JMO guna mendukung aktivasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Peserta diminta bergabung dengan kanal WhatsApp resmi agar tidak tertinggal pengumuman teknis. Setelah program selesai, peserta yang memenuhi ketentuan juga berkesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi berlisensi BNSP.
Checklist praktis peserta
- Periksa kembali data pribadi di akun SIAPKerja.
- Gunakan rekening atas nama sendiri dan pastikan statusnya aktif.
- Lakukan presensi serta isi logbook sesuai jadwal.
- Simpan salinan perjanjian dan bukti aktivasi jaminan sosial.
Bagi mahasiswa dan lulusan baru yang mengikuti program, ketertiban administrasi sama pentingnya dengan performa kerja. Pengalaman magang juga perlu dihubungkan dengan pengembangan kompetensi, termasuk kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan kerja berbasis teknologi. Baca pula pembahasan Koran Edukasi tentang peran kampus menyiapkan SDM yang mampu mengendalikan AI.




