Sabtu, 31 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan Indonesia86 Persen Lulusan UPI Terserap Kerja dalam 15 Bulan

86 Persen Lulusan UPI Terserap Kerja dalam 15 Bulan

spot_img

Foto: Muhammad Fariz At Thariqi/detikEdu

KORAN EDUKASI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaporkan sekitar 86 persen lulusannya terserap dunia kerja dalam rentang hingga 15 bulan setelah kelulusan. Rektor UPI Didi Sukyadi menyampaikan angka tersebut dalam rangkaian Dies Natalis ke-72 UPI.

“Yang sudah terserap itu di angka 86 persen,” ujar Didi Sukyadi, seperti dikutip dari laman resmi UPI pada Selasa, 27 Oktober 2026. Ia menyebut capaian itu masih menjadi pekerjaan rumah karena kampus ingin meningkatkan tingkat serapan lulusan.

Lulusan Bekerja Lintas Bidang

Menurut Didi Sukyadi, tidak semua alumni bekerja pada sektor yang langsung berkaitan dengan program studinya. Lulusan UPI antara lain bekerja di bidang nonpendidikan, diplomasi, dan perbankan.

Kampus menilai sebaran tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi lulusan tidak terbatas pada satu bidang. UPI membekali mahasiswa dengan kemampuan memimpin, berkomunikasi, membangun relasi, serta keterampilan lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Angka 86 persen menggambarkan lulusan yang memperoleh pekerjaan dalam jangka waktu sampai 15 bulan. Data itu tidak dengan sendirinya menjelaskan proporsi pekerjaan tetap, kesesuaian tingkat pendidikan dengan posisi, besaran pendapatan, atau kualitas pekerjaan. Indikator tersebut tetap penting untuk membaca hasil penelusuran alumni secara lebih utuh.

Kampus Evaluasi Relevansi Pembelajaran

UPI berharap lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu relatif singkat, mendapatkan penghasilan yang baik, atau mampu mendirikan usaha. Kampus juga mendorong alumni agar pengetahuan yang diperoleh selama kuliah memberikan dampak bagi masyarakat.

Untuk mendukung sasaran tersebut, UPI menyatakan terus meningkatkan relevansi pembelajaran dan pengembangan keterampilan mahasiswa. Evaluasi diperlukan agar disiplin ilmu, pengalaman praktis, dan kemampuan lintas bidang terhubung dengan perubahan kebutuhan organisasi maupun industri.

Isu kesiapan kerja juga berkaitan dengan tata kelola perguruan tinggi dan hubungan kampus dengan pengguna lulusan. Sejumlah perguruan tinggi swasta, misalnya, memperkuat kapasitas pimpinan melalui program pengembangan kepemimpinan rektor. Bagi calon mahasiswa, data serapan alumni dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi sebaiknya dibaca bersama metodologi survei dan mutu program studi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img