Sabtu, 31 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan IndonesiaKuliah dengan Laptop Pinjaman, Marsya Jadi Wisudawan Terbaik UNJ

Kuliah dengan Laptop Pinjaman, Marsya Jadi Wisudawan Terbaik UNJ

spot_img

Foto: UNJ

KORAN EDUKASI — Lia Marsya Fazliana lulus sebagai wisudawan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) meski menjalani kuliah dengan keterbatasan perangkat belajar. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia angkatan 2022 itu menyelesaikan studi dengan indeks prestasi kumulatif 3,89.

Marsya berasal dari Kuningan, Jawa Barat, dan harus tinggal jauh dari keluarganya selama kuliah. Ia merupakan sarjana pertama dalam keluarga serta dibesarkan oleh ibu sebagai orang tua tunggal.

KIP Kuliah Menopang Biaya Pendidikan

Kondisi ekonomi keluarga belum mencukupi biaya perkuliahan. Marsya kemudian memperoleh bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sehingga dapat mengikuti pendidikan tanpa membayar biaya kuliah.

Keterbatasan tidak berhenti pada biaya. Ia sempat tidak memiliki laptop sendiri, padahal perangkat tersebut dibutuhkan untuk mengerjakan tugas dan mencatat materi. Marsya menggunakan laptop pinjaman dan mengatur pengeluaran secara ketat agar kebutuhan dasar tidak menghentikan proses belajar.

“Saya harus belajar mengatur pengeluaran dengan sangat hemat,” ujar Marsya, seperti dikutip dari laman UNJ. Ia menjadikan perjuangan ibunya sebagai dorongan untuk menyelesaikan pendidikan sebaik mungkin.

Meneliti Miskonsepsi dalam Kimia

Marsya memilih pendidikan kimia karena melihat kimia dekat dengan kehidupan sehari-hari, sedangkan pendidik berperan membantu murid memahami konsep. Pandangan itu menjadi dasar penelitian tugas akhirnya mengenai pengaruh model pembelajaran Conceptual Change terhadap pemahaman peserta didik pada materi hidrolisis garam.

Penelitian tersebut menggunakan tes pilihan ganda tiga tingkat atau three-tier multiple choice. Instrumen itu tidak hanya memeriksa jawaban, tetapi juga tingkat keyakinan peserta didik sehingga miskonsepsi dapat diidentifikasi lebih dalam. Marsya menilai pembelajaran perlu membantu murid memperbaiki pemahaman awal agar sesuai dengan konsep ilmiah.

Predikat lulusan terbaik, menurut Marsya, bukan tanda bahwa proses belajar telah selesai. Kisahnya menunjukkan peran bantuan biaya, dukungan sosial, dan ketekunan akademik dalam membuka akses pendidikan tinggi. Dukungan serupa juga menjadi bagian dari berbagai program beasiswa bagi mahasiswa, tetapi keberhasilan setiap penerima tetap dipengaruhi kebutuhan dan perjalanan masing-masing.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img