Sabtu, 31 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan IndonesiaEnam Pimpinan PTN Dilantik, Kampus Diminta Hasilkan Dampak Nyata

Enam Pimpinan PTN Dilantik, Kampus Diminta Hasilkan Dampak Nyata

spot_img

Foto: Humas Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melantik enam pimpinan perguruan tinggi negeri untuk masa jabatan 2026–2030. Para rektor dan direktur diminta tidak hanya menjaga tata kelola kampus, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, industri, dan pembangunan daerah.

Pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco pada Selasa, 27 Oktober 2026. Selain pimpinan PTN, kementerian melantik pejabat fungsional di lingkungan Kemdiktisaintek serta pejabat manajerial Badan Industri Mineral.

“Ukuran keberhasilan sebuah jabatan bukanlah kedudukan yang dicapai, melainkan manfaat dan dampak yang dihasilkan,” ujar Badri Munir Sukoco.

Rektor dan Direktur Menjabat hingga 2030

Rudianto Amirta dilantik sebagai Rektor Universitas Mulawarman. Ridho Kresna Wattimena menjadi Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, sedangkan Rossyda Priyadarshini menjabat Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur.

Tiga pimpinan politeknik yang dilantik ialah Noor Cholis Basjaruddin sebagai Direktur Politeknik Negeri Bandung, Riyadi Purwanto sebagai Direktur Politeknik Negeri Cilacap, dan Wiwik Endah Rahayu sebagai Direktur Politeknik Negeri Subang.

Enam pimpinan tersebut memegang tanggung jawab akademik dan organisasi pada institusi dengan karakter berbeda, dari universitas hingga politeknik. Sasaran kepemimpinan karena itu perlu diterjemahkan sesuai mandat, kebutuhan mahasiswa, dan ekosistem daerah masing-masing.

Badri meminta para pimpinan memperkuat peran kampus dalam menyiapkan talenta yang menjawab kebutuhan pembangunan. Arahnya mencakup penguatan fungsi pengajaran, pengembangan riset, dan pemanfaatan pengetahuan menjadi inovasi bernilai tambah.

Tata Kelola Harus Diikuti Kolaborasi dan Inovasi

Kemdiktisaintek menempatkan kampus inklusif, adaptif, dan berdampak sebagai sasaran kepemimpinan baru. Pesan itu berkaitan dengan agenda internasionalisasi kampus yang tidak berhenti pada peringkat, tetapi harus memperkuat mutu dan manfaat institusi.

Pejabat fungsional diminta menjaga profesionalisme, integritas, disiplin, ketepatan kerja, serta kemampuan menyelesaikan masalah. Rahmat Efendi dilantik sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda, sementara Dyah Ismi Afifah menjadi Kepala Subbagian Hukum dan Advokasi pada Sekretariat Badan Industri Mineral.

Pelantikan menandai awal masa jabatan, bukan bukti bahwa target telah tercapai. Dampaknya perlu dinilai dari perbaikan pembelajaran, mutu riset, kolaborasi, tata kelola, dan hasil inovasi selama empat tahun kepemimpinan masing-masing.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img