Sabtu, 24 Oktober 2026
spot_img
BerandaPendidikan UmumKampus Diminta Melembagakan Kreativitas agar Karya Budaya Bernilai Ekonomi

Kampus Diminta Melembagakan Kreativitas agar Karya Budaya Bernilai Ekonomi

spot_img

Foto: Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

KORAN EDUKASI — Perguruan tinggi didorong melembagakan kreativitas agar karya budaya Indonesia tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Penguatan merek, kekayaan intelektual, dan jejaring dinilai menjadi bagian penting dari peran kampus dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyampaikan arah tersebut saat menjadi pembicara pada The 5th World Conference on Creative Economy 2026, Jumat, 23 Oktober 2026. Ia menilai kekayaan seperti batik, tenun, dan kerajinan lokal perlu didukung institusi yang mampu menjaga proses penciptaan serta memperluas jangkauannya.

“Yang perlu kita lakukan bersama adalah melembagakan kreativitas di perguruan tinggi. Dengan demikian, kita memiliki kontinuitas dan portabilitas. Inilah fokus kerja kita,” ujar Stella Christie.

Kontinuitas dan Portabilitas Karya

Kontinuitas berarti gagasan kreatif dapat diproduksi, diuji, dan dikembangkan berulang kali. Sementara itu, portabilitas memungkinkan karya dan pengetahuan dipindahkan melintasi ruang serta waktu sehingga dapat dikenal oleh masyarakat dan pasar yang lebih luas.

Stella Christie mencontohkan pengembangan seni tenun di Universitas Nusa Cendana, Kupang. Kampus dapat mendokumentasikan pengetahuan, membuka kelas kreatif, mempertemukan perajin dengan peneliti, serta membangun kerja sama internasional tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi sumber karya.

Tantangan berikutnya adalah mengubah kreativitas menjadi aset yang terlindungi. Merek dan kekayaan intelektual dibutuhkan agar karya tidak hanya dihasilkan, tetapi juga dapat diceritakan, diperdagangkan, dan memberi manfaat bagi pencipta maupun komunitas asalnya.

Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Industri

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai kreativitas merupakan sumber daya yang terus bertumbuh dan dapat dibagikan. Menurut dia, ekosistem yang sehat harus membuka kesempatan bagi identitas lokal untuk tampil di tingkat global serta memberi ruang yang setara bagi insan kreatif.

Kemdiktisaintek menyatakan penguatan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Kampus berperan melalui pembelajaran, penelitian, pendampingan, serta pengembangan teknologi yang membantu karya menjangkau pengguna.

Agenda itu sejalan dengan upaya memperkuat internasionalisasi kampus yang berdampak. Kerja sama luar negeri diharapkan tidak berhenti pada reputasi, tetapi mendukung kapasitas institusi, keberlanjutan pengetahuan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img