Jumat, 23 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsPolije Gandeng Kampus China, Bidik Pertukaran Mahasiswa dan Riset Terapan

Polije Gandeng Kampus China, Bidik Pertukaran Mahasiswa dan Riset Terapan

spot_img

Foto: Humas Polije/Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Politeknik Negeri Jember (Polije) menandatangani nota kesepahaman dengan Shenzhen Polytechnic University dalam World Vocational and Technical Education Development Conference di Tianjin, China, pada 15–17 Oktober 2026. Kesepakatan itu diarahkan pada pertukaran mahasiswa, pelatihan dosen, riset terapan, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri internasional.

Konferensi tersebut dihadiri lebih dari 700 perwakilan berbagai negara. Polije bersama Politeknik Negeri Bengkalis menjadi dua politeknik Indonesia yang menandatangani nota kesepahaman dalam forum pendidikan vokasi itu.

Empat bidang kerja sama disiapkan

Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Kehumasan Polije Agung Wahyono mengatakan kemitraan tersebut memperluas jejaring internasional kampus, terutama dengan perguruan tinggi vokasi di China. Kerja sama ini melanjutkan hubungan yang sebelumnya telah dibangun Polije dengan sejumlah mitra pendidikan di negara tersebut.

“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah untuk memperluas jejaring kerja sama internasional Polije, khususnya dengan perguruan tinggi vokasi di China,” ujar Agung Wahyono.

Empat bidang yang disebut dalam sumber resmi meliputi mobilitas mahasiswa untuk memperluas pengalaman global, peningkatan kompetensi pengajar melalui pelatihan dosen, pengembangan penelitian terapan, serta penyesuaian kurikulum agar lebih dekat dengan kebutuhan industri internasional.

Pelaksanaan konkret menjadi tahap berikutnya

Direktur Polije Saiful Anwar menilai kerja sama internasional diperlukan untuk merespons perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan kebutuhan dunia industri. Kolaborasi antarlembaga vokasi, menurut dia, perlu membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan.

Nota kesepahaman masih menjadi kerangka awal. Sumber resmi belum merinci jadwal pertukaran, kuota peserta, persyaratan mahasiswa dan dosen, ataupun proyek riset yang akan dijalankan. Karena itu, manfaat kerja sama baru dapat diukur setelah kedua institusi menerjemahkannya ke dalam program dan target yang konkret.

Penguatan jejaring global juga memerlukan tata kelola yang mampu memantau hasil. Pada hari yang sama, Kemdiktisaintek mendorong penyelarasan kontrak kinerja kementerian dan perguruan tinggi melalui sistem coupling. Pendekatan berbasis target tersebut relevan untuk memastikan kolaborasi internasional menghasilkan kesempatan belajar, peningkatan kompetensi, dan riset terapan yang dapat dievaluasi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img