Jumat, 23 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsFadli Zon Dorong Museum Jadi Pusat Edukasi dan Motor Ekonomi Baru

Fadli Zon Dorong Museum Jadi Pusat Edukasi dan Motor Ekonomi Baru

spot_img

Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan

KORAN EDUKASI — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong percepatan pemajuan museum di Indonesia agar berfungsi sebagai pusat edukasi, etalase peradaban, ruang penelitian, dan motor baru pertumbuhan ekonomi.

Arah tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Museum Indonesia 2026 di Museum Rudana, Ubud, Bali. Fadli menilai pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian mandiri membuka ruang untuk mempercepat perlindungan, pemanfaatan, dan diplomasi kebudayaan.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak atau cost center, melainkan ruang hidup, pusat inspirasi, serta potensi besar sebagai new engine of economic growth. Jika ditata dan dikelola dengan baik lewat pameran yang standar, penceritaan (storyline) yang kuat, hingga sentuhan teknologi imersif, museum mampu menarik antusiasme publik yang sangat besar, khususnya generasi muda,” kata Fadli dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).

Revitalisasi mencakup tata pamer dan sumber daya manusia

Kementerian Kebudayaan menempatkan revitalisasi museum sebagai program prioritas. Cakupannya tidak hanya perbaikan fisik, tetapi juga pembaruan tata pamer, penguatan sumber daya manusia dan riset, dukungan pendanaan swasta dan filantropi, sistem registrasi nasional, serta program yang melibatkan generasi muda.

Museum Sriwijaya Dharmakirti di Muara Jambi, yang diresmikan pada Agustus 2026, disebut sebagai salah satu contoh penghidupan kembali museum. Kendati akses transportasi umum ke lokasi belum memadai, penataan modern dan penggunaan teknologi disebut mampu menarik 3.000–4.000 pengunjung per hari pada akhir pekan.

Agenda itu melanjutkan rencana yang sebelumnya menempatkan kunjungan pelajar dan revitalisasi aset budaya sebagai bagian dari penguatan museum nasional. Museum diharapkan semakin dekat dengan proses belajar, riset, dan percakapan publik.

Museum sebagai rumah gagasan

Peringatan Hari Museum Indonesia 2026 mengusung tema “Kebudayaan Soko Guru Bangsa, Museum sebagai Rumah Budaya”. Acara tersebut juga diisi penganugerahan Ksatria Award kepada sejumlah pegiat budaya dan museum serta pembukaan pameran tunggal perupa Wayan Kun Adnyana.

Fadli menekankan perlunya sinergi pemerintah, lembaga swasta, komunitas, dan masyarakat untuk menjaga ekosistem budaya. Menurutnya, museum berperan merawat warisan, memperkuat identitas bangsa, dan menyediakan ruang dialog serta kreativitas yang inklusif.

Dengan pendekatan itu, revitalisasi tidak semata mengejar kenaikan jumlah pengunjung. Museum diarahkan menjadi tempat nilai kebangsaan dipelajari dan diwariskan, sekaligus ruang yang relevan bagi generasi muda dan dapat memberi manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img