Foto: Nyaman Bagus Purwaniawan/ANTARA
KORAN EDUKASI — Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang direncanakan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menyediakan layanan antar-jemput bagi peserta didik. Fasilitas transportasi disiapkan karena sekolah unggulan tersebut menggunakan model nonasrama.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Durajat menjelaskan SNT akan menggabungkan jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas dalam satu kawasan. Sekitar 5.000 calon peserta didik diperkirakan berpotensi mengikuti proses seleksi.
Layanan kendaraan khusus dirancang untuk membawa siswa dari rumah menuju sekolah dan mengantar mereka kembali. Skema tersebut menjadi bagian penting dari akses harian, terutama jika wilayah tempat tinggal peserta tersebar jauh dari lokasi kampus terpadu.
Pembangunan disiapkan di lahan 20 hektare
“Proses pembangunan SNT masuk tahap akhir, direncanakan pengerjaan fisik SNT, November 2026 atau awal 2027,” ujar Durajat.
Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp250 miliar. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyediakan lahan sekitar 20 hektare di Kecamatan Babulu dan telah menandatangani berita acara serah terima lahan dengan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah juga sedang menyusun dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan atau UKL-UPL. Dokumen tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan pembangunan.
Seleksi peserta didik dan tenaga sekolah
Model SNT dirancang berbeda dari sekolah reguler melalui proses seleksi peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, serta penyediaan fasilitas penunjang. Seleksi khusus juga akan berlaku bagi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.
Rekrutmen terbuka bagi tenaga pendidikan yang memenuhi persyaratan sesuai bidang yang dibutuhkan. Tahap ini berkaitan dengan persiapan sumber daya manusia, seperti halnya seleksi pimpinan SMA Unggul Garuda yang menempatkan kompetensi manajerial dan akademik sebagai unsur penting.
Rencana transportasi, pembangunan fisik, serta rekrutmen masih berada pada tahap persiapan. Karena itu, jadwal operasional sekolah, jumlah kursi yang tersedia, rute antar-jemput, dan mekanisme seleksi peserta didik masih perlu menunggu penetapan lebih lanjut dari penyelenggara.




