Kamis, 1 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionBeasiswaPenerima Beasiswa Garuda di UC San Diego Bangun Startup AI, Raih Pendanaan...

Penerima Beasiswa Garuda di UC San Diego Bangun Startup AI, Raih Pendanaan US$550 Ribu

spot_img

Kredit foto: Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Clarissa Aurelia Nahid Saputra, penerima Beasiswa Garuda Batch 1 tahun 2025, memanfaatkan tahun pertamanya di University of California San Diego untuk mengembangkan startup berbasis kecerdasan buatan. Usaha rintisan bernama Clean AI Labs tersebut memperoleh pendanaan US$50 ribu dari Jackson Square Ventures dan US$500 ribu dari Y Combinator.

Menurut rilis Kemdiktisaintek pada 29 September 2026, Clean AI Labs bergerak di layanan antarbisnis. Teknologinya membantu perusahaan menemukan calon pembeli menggunakan data aktivitas bisnis seperti pengiriman, perizinan, dan pergantian pemasok.

Diterima di 14 Perguruan Tinggi

Sebelum memilih UC San Diego, Clarissa memperoleh surat penerimaan dari 14 perguruan tinggi luar negeri. Daftar tersebut mencakup National University of Singapore, Nanyang Technological University, University of Illinois Urbana-Champaign, UC Davis, University of Edinburgh, dan King’s College London.

Pilihan akhirnya ditentukan berdasarkan kesesuaian kampus dengan minat dan tujuan studi. Sebelum kuliah, ia aktif dalam organisasi sekolah dan kompetisi, termasuk meraih honorable mention pada International Physics Olympiad serta Asian Physics Olympiad.

Pengalaman Akademik Diperluas lewat Riset dan Hackathon

Selain mengembangkan startup, Clarissa mengikuti riset robotika, hackathon, dan kegiatan akademik lain. Lingkungan perkuliahan internasional memberinya kesempatan memperluas jejaring sekaligus menguji gagasan di luar ruang kelas.

Dukungan Beasiswa Garuda mencakup pembiayaan serta bantuan administratif untuk keberangkatan dan studi. Namun, capaian pribadi penerima tidak otomatis menggambarkan pengalaman seluruh peserta. Evaluasi program tetap perlu melihat pemerataan penerima, keberlanjutan studi, capaian akademik, dan kontribusi setelah lulus.

Pelajaran bagi Calon Penerima Beasiswa

Kisah tersebut menunjukkan pentingnya persiapan jangka panjang. Portofolio akademik, aktivitas organisasi, kompetisi, proyek, serta pemetaan tujuan studi membantu calon mahasiswa menjelaskan alasan memilih kampus dan program.

Pengembangan diri juga tidak berhenti setelah beasiswa diperoleh. Mahasiswa perlu memanfaatkan fasilitas kampus, membangun kolaborasi, dan menjaga keseimbangan antara akademik, proyek, serta kesehatan diri. Kesempatan internasional menjadi lebih bernilai ketika pengalaman yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan dan manfaat lebih luas.

Daftar cakupan kampus program dapat dilihat dalam artikel Beasiswa Garuda dan universitas tujuan di Amerika Serikat.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img