Kamis, 1 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsKabut Asap Natuna: PAUD, SD, dan SMP Belajar dari Rumah hingga 23...

Kabut Asap Natuna: PAUD, SD, dan SMP Belajar dari Rumah hingga 23 September 2026

spot_img

Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di Natuna. Kredit foto: detikcom.

KORAN EDUKASI — Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kembali mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi Belajar dari Rumah (BDR) sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan peserta didik. Kebijakan berlaku pada 19–23 September 2026.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna menyatakan kebijakan mencakup PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta, serta Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar di seluruh 17 kecamatan.

Kesehatan siswa menjadi pertimbangan

Perubahan moda belajar menunjukkan bahwa sekolah perlu memiliki rencana kesinambungan pembelajaran ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan kegiatan tatap muka berlangsung normal. Kabut asap dapat mengganggu aktivitas luar ruang dan meningkatkan risiko paparan polutan, terutama bagi anak.

Selama BDR, tantangan utama bukan hanya memindahkan tugas ke rumah. Sekolah perlu memastikan instruksi belajar sederhana, beban tugas proporsional, komunikasi dengan orang tua berjalan, dan murid yang memiliki keterbatasan perangkat tetap memperoleh layanan.

Orang tua perlu mengikuti informasi resmi

Karena kondisi kabut asap dapat berubah, keluarga sebaiknya memantau pemberitahuan pemerintah daerah dan sekolah mengenai jadwal pembelajaran berikutnya. Keputusan kembali ke tatap muka idealnya mengikuti perkembangan kondisi lingkungan dan pertimbangan keselamatan.

Pengalaman ini juga menegaskan pentingnya kesiapan sekolah menghadapi gangguan pembelajaran akibat bencana maupun kondisi lingkungan. Koran Edukasi sebelumnya mengangkat pemanfaatan ruang digital untuk dokumentasi dan praktik baik pendidikan, salah satu unsur yang dapat mendukung ekosistem pembelajaran lebih adaptif.

Bagi guru, masa BDR dapat dimanfaatkan untuk memprioritaskan kompetensi inti dan aktivitas yang realistis dilakukan dari rumah, bukan sekadar mengejar jumlah materi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img