Selasa, 6 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsUI Innovation Festival 2026 Dorong Riset Kampus Masuk Tahap Hilirisasi

UI Innovation Festival 2026 Dorong Riset Kampus Masuk Tahap Hilirisasi

spot_img

Foto: Cicin Yulianti/detikEdu

KORAN EDUKASI — Universitas Indonesia menggelar UI Innovation Festival 2026 untuk mendorong hasil riset bergerak melampaui publikasi dan prototipe menuju tahap hilirisasi, transfer teknologi, serta pemanfaatan oleh masyarakat.

Festival yang diselenggarakan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia itu berlangsung selama dua hari di Gandaria City, Jakarta Selatan, mulai Jumat, 2 Oktober 2026. Lokasi di pusat perbelanjaan dipilih agar pameran dapat dijangkau masyarakat luas.

Kegiatan menghadirkan produk riset perguruan tinggi, startup binaan, dan mitra industri. Selain pameran, program mencakup diskusi pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan, pelatihan, kompetisi robotik, serta kegiatan inovator muda.

Dari Prototipe Menuju Pengguna

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia Hamdi Muluk menempatkan penguasaan teknologi sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan nasional. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia Chairul Hudaya menekankan perlunya jalur yang menghubungkan hasil riset dengan mitra industri dan masyarakat.

Hilirisasi menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi. Sebuah inovasi dapat dinilai baik secara akademik, tetapi masih membutuhkan pengujian, perlindungan kekayaan intelektual, pendanaan, produksi, dan model pemanfaatan sebelum dapat digunakan secara luas.

Festival dapat menjadi ruang awal untuk mempertemukan peneliti dengan calon pengguna. Meski demikian, keberhasilan hilirisasi baru dapat dinilai dari kelanjutan setelah pameran, seperti kerja sama lisensi, pengembangan produk, investasi, atau penerapan teknologi pada masalah nyata.

Paten Menjadi Salah Satu Indikator

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menyebut Universitas Indonesia berada di peringkat ketiga dalam jumlah paten di antara perguruan tinggi, di bawah Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung. Ia mendorong lebih banyak inovasi kampus memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.

Paten penting untuk melindungi temuan, tetapi bukan tujuan akhir. Perguruan tinggi juga perlu memastikan teknologi relevan dengan kebutuhan pengguna, dapat diproduksi, memiliki standar keamanan, dan memberikan manfaat yang dapat diukur.

UI Innovation Festival 2026 mengusung tema percepatan program inovasi teknologi. Agenda tersebut menunjukkan upaya kampus membangun jalur dari laboratorium menuju penggunaan, sekaligus membuka ruang pertemuan antara akademisi, industri, pemerintah, dan publik.

Langkah itu sejalan dengan dorongan agar kota dan kampus menjadi tempat pengujian solusi. Sebelumnya, Jakarta didorong menjadi laboratorium uji inovasi perkotaan berbasis riset kampus.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img