Sabtu, 31 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsMahasiswa Polsub Kembangkan Akuaponik Pintar Berbasis IoT

Mahasiswa Polsub Kembangkan Akuaponik Pintar Berbasis IoT

spot_img

Foto: Humas Politeknik Negeri Subang/Nurizzi Rifqi Ferdian

KORAN EDUKASI — Lima mahasiswa Politeknik Negeri Subang (Polsub) mengembangkan Green Blue: Smart Aquaponic Farming, sistem budidaya sawi hijau dan ikan lele yang dipantau dengan teknologi Internet of Things (IoT). Inovasi dirancang untuk menghemat lahan dan air sekaligus membuka peluang usaha pangan.

Tim diketuai Ilham Juanda Putra, mahasiswa semester tiga Program Studi D3 Pemeliharaan Mesin sekaligus penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Anggota lainnya ialah Moena Olivia Triani, Susilawati, Muhamad Albi Maulana, dan Biashinta Meredit.

Di bawah bimbingan dosen Teknik Mesin Dino Dwi Aryanto, tim membangun instalasi yang menggabungkan kolam ikan, pipa hidroponik, pompa sirkulasi, mikrokontroler, serta sensor digital. Air kolam yang kaya unsur hara dialirkan ke tanaman lalu disaring sebelum kembali ke kolam.

Sensor memantau suhu, kelembapan, dan pH

Green Blue memakai sensor DHT untuk memantau suhu dan kelembapan udara secara waktu nyata. Sensor pH yang telah dikalibrasi digunakan untuk mengukur tingkat keasaman air, sehingga tim memiliki data saat menentukan tindakan pemeliharaan.

Instalasi telah melewati satu siklus produksi penuh, mulai dari penebaran benih lele, penanaman sawi, pemeliharaan, panen, hingga pemasaran. Artinya, sistem tidak berhenti sebagai purwarupa laboratorium, meski penyempurnaan kapasitas dan ketahanan perangkat masih diperlukan.

“Sawi hijau segar sudah habis terjual, sementara hasil panen ikan lele kami olah menjadi produk lele marinasi berbumbu yang praktis dan kini sudah mulai diperjualbelikan,” ujar Ilham.

Teknologi diarahkan menjadi usaha mahasiswa

Produk diperkenalkan melalui bazar Program Mahasiswa Wirausaha di Kampus Cibogo Polsub. Tim membidik konsumen rumah tangga, sivitas akademika, pedagang sayur, dan warung makan sekitar Subang dengan dukungan promosi melalui WhatsApp dan Instagram.

Model siklus tertutup membuat limbah ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman, sementara media tanam membantu menyaring air. Efisiensi aktual tetap bergantung pada keseimbangan populasi ikan, kebutuhan tanaman, kualitas pompa, dan ketepatan pembacaan sensor selama operasional.

Proyek ini menambah portofolio inovasi terapan kampus setelah pengembangan gim berbasis kecerdasan artifisial untuk pembelajaran matematika. Keberhasilan panen perdana menunjukkan kelayakan awal, sedangkan mutu produk, stabilitas IoT, dan skala produksi masih menjadi tahap pengembangan berikutnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img