Kamis, 5 November 2026
spot_img
BerandaEdu NewsIndonesia–Jepang Bahas Joint Degree dan Program Doktoral

Indonesia–Jepang Bahas Joint Degree dan Program Doktoral

spot_img

Foto: Humas Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Indonesia dan Jepang membahas perluasan mobilitas mahasiswa, program gelar bersama atau joint degree, serta pendidikan doktoral sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Pembahasan berlangsung dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi di Jakarta pada Senin, 2 November 2026.

Brian Yuliarto menyampaikan peluang menambah jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang. Salah satu langkah yang dibahas ialah memperluas akses informasi tentang program studi berbahasa Inggris agar pilihan akademik lebih mudah diketahui calon mahasiswa.

Skema Pendanaan Masih Perlu Dibahas

Gagasan peningkatan mobilitas mahasiswa belum menjadi program final. Kemdiktisaintek menyatakan skema pendanaan dan pelaksanaannya masih memerlukan pembahasan lanjutan, termasuk pembagian peran antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra di Jepang.

Program gelar bersama dan pendidikan doktoral dipertimbangkan untuk memperkuat pertukaran akademik serta kolaborasi antaruniversitas. Kerja sama tersebut dapat melengkapi kemitraan internasional yang sudah berjalan, seperti kolaborasi riset dan pertukaran akademik Unhas dengan Coventry University.

Duta Besar Jepang Ueno Atsushi menyambut peluang penguatan kemitraan. Di bidang riset, kedua negara telah mengadopsi 26 proyek melalui Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development atau SATREPS.

Riset Bersama Dihubungkan dengan Kebutuhan Industri

Pertemuan juga membahas kolaborasi sumber daya mineral dan pengembangan teknologi. Pada 27 Oktober 2026, Kemdiktisaintek telah bertemu Kikuo Kishimoto dari Technology and Innovation Strategy Center di bawah New Energy and Industrial Technology Development Organization Jepang.

Perguruan tinggi dan lembaga riset dinilai dapat berperan dalam pengembangan serta pengujian teknologi bersama mitra industri. Arah tersebut menempatkan penelitian sebagai bagian dari penyelesaian kebutuhan masyarakat dan industri, bukan hanya keluaran akademik.

Kerja sama Indonesia–Jepang ditargetkan berkembang melalui mobilitas mahasiswa dan akademisi, program pendidikan kolaboratif, serta penelitian bersama. Namun, jumlah peserta, jadwal pembukaan, mekanisme seleksi, dan dukungan biaya belum diumumkan dalam pertemuan tersebut. Calon peserta perlu menunggu pengumuman resmi sebelum menyiapkan pendaftaran.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img