Jumat, 30 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsSekolah Palangka Raya Kembali Tatap Muka Terbatas setelah Kabut Asap

Sekolah Palangka Raya Kembali Tatap Muka Terbatas setelah Kabut Asap

spot_img

Foto: Dok. Istimewa/detikKalimantan

KORAN EDUKASI — Sekolah di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada Kamis, 29 Oktober 2026, setelah kegiatan belajar sebelumnya terdampak kabut asap. Kebijakan berlaku bagi satuan pendidikan negeri dan swasta.

Pelaksanaan mencakup taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, pendidikan nonformal, sanggar kegiatan belajar, serta pusat kegiatan belajar masyarakat. Pemerintah kota menetapkan sejumlah penyesuaian untuk mengurangi paparan udara tidak sehat kepada peserta didik.

Kegiatan belajar dimulai pukul 07.30 WIB dengan durasi yang dipersingkat. Sekolah diminta membatasi aktivitas di luar ruang, mengawasi kondisi peserta didik, dan menyesuaikan proses belajar apabila kualitas udara kembali memburuk.

Masker dan air minum menjadi perlengkapan utama

Peserta didik dianjurkan menggunakan masker serta membawa air minum sendiri. Langkah ini menjadi bagian dari pencegahan gangguan kesehatan, terutama bagi anak yang sensitif terhadap asap atau memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Sekolah juga perlu menjaga komunikasi dengan orang tua. Jika seorang anak menunjukkan keluhan kesehatan, keluarga dapat mempertimbangkan kondisi yang paling aman dan menyampaikan informasi kepada pihak sekolah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani menegaskan bahwa pengaturan dapat berubah mengikuti perkembangan kualitas udara. Dengan demikian, PTM terbatas bukan tanda bahwa risiko telah sepenuhnya berakhir.

Keputusan belajar mengikuti kondisi udara

Kebijakan ini menuntut pemantauan harian karena kabut asap dapat berubah dalam waktu singkat. Satuan pendidikan harus merujuk informasi resmi pemerintah daerah dan tidak menambah kegiatan luar ruang ketika kondisi belum stabil.

Pengurangan jam belajar membuat sekolah perlu menentukan materi prioritas agar tujuan pembelajaran tetap terjaga. Guru dapat memindahkan tugas tertentu ke rumah tanpa menambah beban berlebihan, sementara kegiatan yang memerlukan interaksi langsung difokuskan pada waktu tatap muka yang tersedia.

Situasi Palangka Raya juga menjadi salah satu contoh kendala daerah yang diperhitungkan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik bagi siswa SMA. Keselamatan peserta didik tetap menjadi dasar ketika sekolah menyesuaikan jadwal dan bentuk layanan pendidikan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img