Foto: ANTARA/HO-Pemkab Donggala
KORAN EDUKASI — Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengalokasikan Rp8 miliar untuk pengadaan seragam sekolah gratis dan peremajaan furnitur sejumlah sekolah. Program tersebut menyasar peserta didik sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan distribusi berdasarkan rasio sekolah dan jumlah siswa.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan anggaran dibagi menjadi Rp3 miliar untuk perlengkapan seragam gratis dan Rp5 miliar untuk furnitur sekolah berbasis fabrikasi. Seluruh pengadaan masih berada dalam tahap tender.
“Jadi Rp8 miliar ini untuk pengadaan seragam sekolah gratis serta peremajaan mobiler di sejumlah sekolah berbasis fabrikasi,” ujar Vera Elena Laruni di Donggala, Senin, 19 Oktober 2026.
Rp3 Miliar untuk Seragam Siswa
Dari alokasi seragam, pemerintah daerah menyiapkan Rp2 miliar bagi siswa SD dan Rp1 miliar bagi siswa SMP. Porsi SD lebih besar karena jumlah sekolah dan peserta didiknya lebih banyak dibandingkan jenjang SMP.
Pembagian tidak dilakukan dalam jumlah yang sama untuk setiap sekolah. Pemerintah daerah menggunakan rasio satuan pendidikan dan peserta didik sebagai dasar agar jumlah bantuan menyesuaikan kebutuhan penerima.
Data referensi Nomor Pokok Sekolah Nasional menunjukkan Donggala memiliki 504 satuan pendidikan pada dua jenjang tersebut. Jumlah itu terdiri atas 377 SD dan 127 SMP yang tersebar di wilayah kabupaten.
Furnitur Sekolah Ditargetkan Tersalur Desember
Anggaran Rp5 miliar lainnya digunakan untuk pengadaan furnitur sekolah berbasis fabrikasi. Pemerintah daerah menempatkan belanja ini sebagai upaya memperbaiki fasilitas belajar di ruang kelas yang dinilai belum memadai.
Karena proses tender masih berlangsung, seragam dan furnitur belum disalurkan kepada sekolah maupun siswa. Pemkab Donggala menargetkan distribusi kedua jenis bantuan itu dilakukan pada Desember 2026 setelah tahapan pengadaan selesai.
Status tender menjadi batas penting dalam membaca program tersebut. Alokasi anggaran menunjukkan rencana belanja pemerintah, sedangkan jumlah barang, sekolah penerima, serta realisasi distribusi perlu dilihat setelah kontrak dan pengadaan dituntaskan.
Program seragam gratis dapat mengurangi kebutuhan belanja awal keluarga, sementara peremajaan furnitur menyasar kondisi ruang belajar. Dampaknya bagi sekolah akan bergantung pada ketepatan data penerima, mutu barang, dan ketepatan waktu penyaluran.




