Foto: Humas ITK/Muhammad Nurhidayatur Rozikin
KORAN EDUKASI — Siswa Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Balikpapan mengunjungi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) untuk mengenali pilihan studi, lingkungan kampus, dan fasilitas pembelajaran. Kegiatan itu menjadi bagian dari pengenalan pendidikan tinggi sebelum peserta didik menentukan jurusan setelah lulus sekolah.
Rombongan diterima Saputro Dewo dan Ulfa dari Humas ITK. Dalam kunjungan tersebut, siswa memperoleh penjelasan mengenai program studi yang tersedia, suasana akademik, serta pola pembelajaran di perguruan tinggi berbasis teknologi.
Informasi tentang pilihan program studi penting karena keputusan kuliah tidak hanya berkaitan dengan nama jurusan. Siswa perlu memahami bidang yang dipelajari, keterampilan yang dikembangkan, serta hubungan antara minat pribadi dan tuntutan akademik.
Menghubungkan Minat dengan Program Studi
ITK mengarahkan siswa untuk melihat pilihan studi berdasarkan minat dan kemampuan. Pendekatan ini membantu peserta didik membandingkan ketertarikan mereka dengan karakter setiap bidang, sehingga pilihan tidak semata-mata mengikuti tren atau keputusan orang lain.
Siswa juga mendapat gambaran tentang proses belajar yang memadukan teori dan praktik. Pada pendidikan tinggi teknologi, pemahaman konsep perlu berjalan bersama pengalaman melakukan percobaan, mengolah data, memecahkan masalah, dan bekerja dalam tim.
Pengenalan tersebut melengkapi informasi yang biasanya diperoleh siswa melalui brosur atau laman penerimaan mahasiswa. Kunjungan langsung memungkinkan mereka mengamati ruang belajar dan bertanya mengenai kegiatan akademik yang akan dihadapi.
Laboratorium sebagai Ruang Belajar
Rangkaian kegiatan mencakup peninjauan laboratorium dan fasilitas kampus. Laboratorium diperkenalkan sebagai tempat mahasiswa menguji teori, menggunakan peralatan, dan mengembangkan keterampilan teknis yang diperlukan dalam proses pendidikan.
Kunjungan ini juga memberi konteks mengenai kehidupan kampus kepada siswa yang masih berada di jenjang madrasah aliyah. Mereka dapat melihat bahwa pembelajaran di perguruan tinggi menuntut kemandirian, rasa ingin tahu, serta kesiapan mengikuti kegiatan akademik dan praktik.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memublikasikan kegiatan tersebut pada Senin, 19 Oktober 2026. Informasi itu menempatkan kunjungan sekolah sebagai sarana orientasi awal, bukan sebagai jaminan penerimaan pada program studi tertentu.
Bagi sekolah, kegiatan pengenalan kampus dapat menjadi bagian dari pendampingan karier yang lebih terarah. Siswa memperoleh bahan untuk berdiskusi dengan guru dan keluarga sebelum menimbang program studi, jalur masuk, serta kesiapan belajar di perguruan tinggi.




