Kamis, 1 Oktober 2026
spot_img
BerandaLifestyleMahasiswaMahasiswi i3L Jalani Riset di Tiga Negara, Pelajaran bagi Calon Peneliti Muda

Mahasiswi i3L Jalani Riset di Tiga Negara, Pelajaran bagi Calon Peneliti Muda

spot_img

Foto: Bianca Haidi, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2023 i3L University. Istimewa.

KORAN EDUKASI — Pengalaman riset lintas negara dijalani Bianca Haidi, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2023 i3L University. Ia mengikuti kegiatan akademik dan penelitian di China, Jepang, serta Jerman dengan topik yang melampaui batas sempit satu bidang ilmu.

Perjalanannya mencakup pengalaman di Shanghai Jiao Tong University, program Amgen Scholars di University of Tokyo, serta pertukaran mahasiswa dan penelitian di FH Münster, Jerman. Bianca juga meraih penghargaan Best Oral Presenter dalam simposium Amgen Scholars.

Berani masuk ke bidang di luar disiplin utama

Pada Juni hingga Agustus 2026, Bianca mengerjakan penelitian mengenai lokalisasi protein dengan pendekatan rekayasa genetika. Topik itu berada di luar latar utama teknologi pangan yang dipelajarinya.

“Pengalaman ini sangat berarti karena penelitian yang saya lakukan berada di luar latar belakang utama saya,” kata Bianca.

Pengalaman tersebut memberi pelajaran bahwa mahasiswa perlu memiliki dasar bidang yang kuat sekaligus keberanian mempelajari metode baru. Kesulitan memahami istilah atau teknik bukan alasan untuk berhenti, tetapi tanda bahwa peneliti perlu bertanya, membaca, dan mencari bimbingan.

Mengolah hasil samping industri pangan

Di Jerman, Bianca meneliti pemanfaatan brewer’s spent grain, hasil samping industri pembuatan bir. Bahan itu difermentasi menggunakan Rhizopus oligosporus untuk diteliti sebagai bahan substitusi pada produk sosis bratwurst.

Topik tersebut berkaitan dengan keberlanjutan pangan karena mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan kembali hasil samping industri. Namun, pengembangan menjadi produk yang dapat diterapkan tetap memerlukan pengujian mutu, keamanan, penerimaan konsumen, dan kelayakan produksi.

Tiga bekal bagi calon peneliti muda

  • Membangun kemampuan bahasa dan komunikasi ilmiah.
  • Terbuka pada metode dari disiplin lain tanpa meninggalkan ketelitian.
  • Mencatat keterbatasan penelitian dan tidak melebih-lebihkan hasil awal.

Bianca berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dibawa kembali untuk mendukung industri pangan Indonesia. Harapan tersebut menunjukkan pentingnya menghubungkan mobilitas akademik dengan kebutuhan riset di dalam negeri.

Kisah ini melengkapi pembahasan tentang kesiapan perguruan tinggi menghadapi teknologi baru. Baca laporan Koran Edukasi mengenai kampus dan kebutuhan SDM pengendali kecerdasan artifisial.

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img