Foto: Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyerahkan paket media belajar PIK-R di SRMA 33 Tangerang Selatan. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN.
KORAN EDUKASI — Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan mulai dikenalkan dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja atau PIK-R. Ruang ini dirancang agar remaja lebih mudah memperoleh informasi yang benar sekaligus dukungan awal ketika menghadapi persoalan pribadi.
Program tersebut diperkenalkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Kementerian Sosial. Materinya mencakup kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan perilaku berisiko, dan perkawinan anak.
Konseling sebaya mendekatkan akses pertolongan
PIK-R mengandalkan pendekatan dari, oleh, dan untuk remaja. Siswa dapat berbagi dengan teman sebaya yang telah memperoleh pembekalan, lalu diarahkan kepada petugas yang tepat apabila masalah membutuhkan penanganan lanjutan.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengingatkan, “Jangan pernah malu untuk minta pertolongan dan datang ke petugas medis atau mendapatkan pertolongan lebih lanjut.”
Pesan itu penting karena tidak semua masalah remaja dapat diselesaikan hanya melalui percakapan antarteman. Konseling sebaya berfungsi sebagai pintu masuk, bukan pengganti layanan psikologis atau medis profesional.
Literasi kesehatan sebagai bagian pendidikan
Keberadaan PIK-R memperluas fungsi sekolah sebagai lingkungan belajar yang juga memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan siswa. Informasi yang disampaikan perlu menggunakan bahasa sesuai usia, menjaga kerahasiaan, dan tidak menghakimi.
Bagi pengelola sekolah, program semacam ini membutuhkan prosedur rujukan yang jelas. Guru pendamping dan konselor sebaya perlu mengetahui batas perannya, mengenali kondisi darurat, serta memiliki jalur komunikasi dengan tenaga kesehatan dan orang tua sesuai kebutuhan serta perlindungan anak.
Hal yang perlu dijaga sekolah
- Privasi siswa saat menyampaikan masalah.
- Akurasi materi kesehatan reproduksi dan mental.
- Pembekalan berkala bagi konselor sebaya.
- Rujukan profesional untuk kasus yang memerlukan penanganan khusus.
PIK-R melengkapi upaya perluasan akses pendidikan bagi anak dari keluarga rentan. Koran Edukasi sebelumnya mengulas perkembangan Sekolah Rakyat yang menjangkau 182 titik.




