Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat Natuna. Kredit foto: dokumentasi Sekolah Rakyat Natuna/RRI.
KORAN EDUKASI — Pemerintah menyatakan lebih dari 44 ribu anak jenjang SD, SMP, hingga SMA dari keluarga miskin kembali memperoleh akses pendidikan gratis melalui Program Sekolah Rakyat. Data terbaru yang disampaikan Kementerian Sosial pada 19 September 2026 menyebut program tersebut kini menjangkau 182 sekolah.
Perluasan ini penting karena persoalan akses pendidikan tidak berhenti pada tersedianya bangku sekolah. Kondisi ekonomi keluarga, jarak, kebutuhan tempat tinggal, dan biaya penunjang belajar juga dapat menentukan apakah seorang anak bisa bertahan di sekolah.
Penetapan siswa menggunakan DTSEN
Kementerian Sosial menyebut penerima manfaat didata berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mekanisme tersebut ditujukan agar program menyasar anak dari keluarga yang memang membutuhkan dukungan.
Pemerintah juga melaporkan 93 tempat permanen telah rampung dan mulai beroperasi sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026. Sekolah Rakyat dirancang sebagai layanan pendidikan berasrama sehingga dukungan kepada peserta didik tidak hanya berbentuk pembelajaran di kelas.
Akses perlu diikuti mutu pembelajaran
Bertambahnya daya tampung menjadi langkah penting, tetapi ukuran keberhasilan program pada akhirnya juga ditentukan oleh mutu pembelajaran, keberlanjutan sekolah, kualitas guru, serta perkembangan peserta didik. Karena itu, data jumlah siswa perlu dibaca bersama indikator hasil belajar dan keberlanjutan pendidikan.
Isu pemerataan pendidikan juga menjadi perhatian di berbagai daerah. Koran Edukasi sebelumnya membahas penguatan akses pendidikan di Maluku sebagai contoh bagaimana pemerintah daerah dinilai dari layanan pendidikan yang diterima masyarakat.
Bagi keluarga calon peserta, informasi persyaratan dan penetapan penerima sebaiknya tetap dikonfirmasi melalui pemerintah daerah atau penyelenggara resmi karena mekanisme penjangkauan dapat berbeda dari penerimaan murid sekolah reguler.




