Kamis, 1 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu News200 Wali Asuh Sekolah Rakyat Sulsel Ditekankan Disiplin dan Berempati

200 Wali Asuh Sekolah Rakyat Sulsel Ditekankan Disiplin dan Berempati

spot_img

Foto: ANTARA/HO-Kemensos

KORAN EDUKASI — Pendampingan siswa di Sekolah Rakyat tidak hanya bertumpu pada kegiatan belajar di kelas. Sebanyak 200 wali asuh dan wali asrama dari berbagai Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan mengikuti penguatan pengasuhan dengan penekanan pada disiplin, tanggung jawab, dan empati.

Kegiatan berlangsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Makassar. Di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, para peserta menyatakan kesiapan bekerja secara total dan menaati aturan dalam mendampingi anak-anak.

Wali asuh menjadi bagian penting lingkungan belajar

Wali asuh dan wali asrama berinteraksi dengan siswa di luar jam pelajaran formal. Posisi ini membuat mereka berperan dalam membangun rasa aman, kebiasaan harian, kemandirian, serta kemampuan siswa menyelesaikan persoalan.

Tanggung jawab tersebut menjadi semakin penting karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari beragam latar belakang. Sebagian anak dapat membawa pengalaman kekerasan, masalah kesehatan, atau tekanan psikologis yang memerlukan pendampingan hati-hati dan tidak menghakimi.

Karena itu, disiplin tidak boleh dipahami hanya sebagai kepatuhan anak terhadap jadwal. Disiplin juga berlaku bagi pendamping: menaati kode etik, menjaga batas profesional, melaporkan masalah, dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan siswa.

Empati perlu didukung sistem perlindungan

Pesan untuk bekerja dengan hati perlu diterjemahkan menjadi prosedur perlindungan anak yang jelas. Sekolah harus memiliki jalur pengaduan, pencatatan insiden, rujukan kesehatan, serta supervisi berkala terhadap wali asuh dan wali asrama.

Akses dukungan psikososial juga penting. Koran Edukasi sebelumnya melaporkan hadirnya PIK-R sebagai ruang konseling dan edukasi remaja di Sekolah Rakyat Tangerang Selatan. Penguatan serupa dapat membantu pendamping mengidentifikasi kebutuhan siswa lebih awal.

Ukuran pengasuhan yang perlu dijaga

  • Siswa merasa aman menyampaikan masalah tanpa takut dihukum.
  • Pendamping memahami kode etik dan perlindungan anak.
  • Ada rujukan profesional untuk masalah kesehatan fisik maupun mental.
  • Evaluasi tidak hanya menilai kedisiplinan siswa, tetapi juga kualitas pendampingan.

Ikrar kerja menjadi langkah awal, sedangkan mutu pengasuhan ditentukan oleh pelatihan, pengawasan, dan dukungan yang terus berjalan. Sekolah Rakyat perlu memastikan setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang aman sekaligus manusiawi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img