LANGIT pagi di halaman SMP Negeri 19 Purworejo tampak lebih terang dari biasanya. Cahaya matahari masuk leluasa melalui jendela-jendela yang kini lebih tinggi. Udara mengalir lebih lancar, menghadirkan suasana yang terasa berbeda bagi para siswa yang mulai memenuhi ruang kelas.
Munawaroh, Kepala SMP Negeri 19 Purworejo, berdiri sejenak di depan salah satu ruang belajar. Ia mengamati dinding yang baru dicat dan langit-langit yang kini terasa lebih lapang. Baginya, perubahan itu bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan harapan baru bagi proses belajar mengajar di sekolahnya.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan program revitalisasi sekolah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang hari ini meresmikan hasil program revitalisasi sekolah secara bersama-sama di Kabupaten Purworejo,” ujar Munawaroh.
Sebelum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan SMP Negeri 19 masuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, kondisi bangunan sekolah dinilai kurang ideal untuk kegiatan belajar. Atap ruang kelas relatif rendah, ventilasi terbatas, dan cahaya matahari tidak dapat masuk secara maksimal. Pada siang hari, udara di dalam ruangan terasa pengap, membuat konsentrasi belajar siswa mudah terganggu.
Kini, suasana itu berubah. Tinggi bangunan ditambah, ventilasi diperbaiki, dan ruang kelas menjadi lebih longgar. Udara terasa lebih segar, sementara cahaya alami masuk tanpa menyilaukan. Perubahan sederhana itu memberi dampak nyata pada kenyamanan belajar siswa.
“Kami juga melakukan pengecatan ulang gedung sekolah. Anakanak merasa lebih senang dengan suasana baru yang sekarang terlihat lebih cerah dan segar,” kata Munawaroh.
Warna-warna baru di dinding sekolah menghadirkan semangat berbeda. Siswa terlihat lebih betah berada di kelas. Guru pun merasakan suasana belajar yang lebih kondusif. Bagi Munawaroh, perubahan fisik ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Namun revitalisasi, menurutnya, bukan sekadar membangun ulang gedung sekolah. Ia menilai, keberlanjutan fasilitas yang telah diperbaiki juga menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, pihak sekolah mengajak seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk turut menjaga hasil revitalisasi tersebut.
Sekolah pun melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya merawat fasilitas yang telah dibangun. Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak.
“Alhamdulillah, dukungan dari orang tua dan masyarakat sangat baik. Harapannya, ke depan sekolah kami juga bisa terus ditingkatkan dan mendapatkan revitalisasi lanjutan,” ujar Munawaroh.
Di ruang kelas yang kini lebih representatif itu, kegiatan belajar kembali berjalan dengan semangat baru. Di balik dinding yang lebih cerah dan ruang yang lebih lapang, harapan pun tumbuh—bahwa kenyamanan belajar hari ini akan membantu membuka peluang yang lebih luas bagi masa depan para siswa.




