Foto: Ilyas Fadilah
KORAN EDUKASI — Danantara Indonesia menyiapkan 800 beasiswa setiap tahun bagi mahasiswa program sarjana dan vokasi melalui program Asa Nusantara. Dukungan diprioritaskan untuk bidang sains, teknologi, teknik, matematika, serta kesehatan, dengan sasaran mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah dan kelompok yang menghadapi hambatan akses pendidikan.
Rencana itu menjadi bagian dari Danantara Indonesia Trust yang diberitakan pada Senin, 26 Oktober 2026. Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut lembaganya menyiapkan dana filantropi minimum 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,66 triliun per tahun untuk pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi.
“Kami berkomitmen mengalokasikan minimal US$100 juta setiap tahun untuk program-program filantropi di bidang pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi,” kata Rosan Roeslani.
Prioritas untuk 3T dan Mahasiswa Generasi Pertama
Asa Nusantara dirancang untuk mahasiswa Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Andalas, dan Universitas Hasanuddin. Penerima prioritas meliputi mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, kawasan perdesaan, wilayah terdampak bencana, mahasiswa generasi pertama, serta penyandang disabilitas.
Program mencakup biaya kuliah, biaya hidup, dan pengembangan kapasitas. Danantara menyatakan komitmen berjalan selama empat tahun sampai 2030. Namun, informasi yang dipublikasikan belum memuat jadwal pendaftaran, jalur pengajuan, ataupun persyaratan teknis seleksi.
Calon penerima perlu menunggu pengumuman resmi dan tidak mengandalkan tautan pendaftaran yang tidak terverifikasi. Sebagai pembanding, Koran Edukasi pernah merangkum cakupan penerima program beasiswa lain yang telah memasuki tahap pelaksanaan.
Dana Sosial Menjangkau Air Bersih dan Kesehatan
Selain beasiswa, program Air Setara menargetkan 156 desa dengan sekitar 230 ribu penerima manfaat atau 60 ribu rumah tangga. Sasaran itu mencakup 86.700 siswa pada 867 sekolah serta 79 fasilitas kesehatan.
Program Bakti Sehat menargetkan pendidikan bagi 1.343 tenaga medis dan kesehatan, terdiri atas 358 orang pada 2026 serta 985 orang pada 2027. Angka-angka tersebut merupakan target program, sehingga hasil aktual tetap perlu dilihat dari realisasi penerima dan laporan pelaksanaan.
Skema ini memperluas dukungan pendidikan di luar bantuan biaya kuliah. Keterbukaan seleksi, ketepatan sasaran, dan pelaporan hasil akan menentukan apakah komitmen dana tahunan benar-benar menghasilkan akses yang lebih adil.




