Foto: Dok istimewa
KORAN EDUKASI — BSI Maslahat meluncurkan BSI Scholarship 2026 untuk memperluas akses pendidikan generasi muda. Program ini melanjutkan skema beasiswa yang sejak 2021 telah menjangkau 21.153 penerima manfaat, mulai dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.
Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Direktur Eksekutif BSI Maslahat Arief Adhi Sanjaya, Direktur Sales and Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk Bambang Sutrisno, serta Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Prof. Sandro Mihradi. Kegiatan tersebut menandai pembukaan program untuk periode 2026.
“Pendidikan merupakan jalan utama untuk mengubah kehidupan,” ujar Bambang Sutrisno. Menurutnya, program beasiswa diarahkan untuk mendampingi penerima tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam penguatan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian ekonomi.
Jangkau 190 Kampus Mitra
Data penyelenggara mencatat BSI Scholarship telah bekerja sama dengan 190 perguruan tinggi. Dari program yang berjalan sejak 2021, sebanyak 1.182 penerima telah menyelesaikan pendidikan sarjana.
Di antara lulusan tersebut, 672 orang disebut telah bekerja, 37 orang menekuni kewirausahaan, dan 70 orang telah menjadi muzaki atau pembayar zakat. Angka itu menggambarkan keluaran program yang dilaporkan penyelenggara, bukan jumlah penerima baru pada periode 2026.
Pendanaan program berasal dari pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Hingga 16 Oktober 2026, penghimpunan dana sosial tersebut dilaporkan mencapai Rp461,5 miliar. Penyelenggara menargetkan perluasan penerima sekaligus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi.
Dukungan Biaya dan Pendampingan
Salah satu penerima, mahasiswa Universitas Indonesia asal Banjarmasin Ariani Astuti Roosiani, memperoleh dukungan uang kuliah penuh, bantuan bulanan, serta pendampingan pengembangan karakter dan kapasitas. Komponen itu dirancang agar kendala biaya tidak memutus keberlanjutan studi mahasiswa.
Skema bantuan tersebut menambah pilihan pembiayaan pendidikan tinggi di luar jalur beasiswa pemerintah. Informasi mengenai perluasan akses kuliah melalui perguruan tinggi terbuka juga menunjukkan bahwa dukungan biaya perlu berjalan bersama ketersediaan jalur pendidikan yang fleksibel dan terjangkau.
BSI Maslahat menyatakan program 2026 akan diarahkan untuk memperluas jangkauan serta membangun sinergi dengan lebih banyak pihak. Rincian kuota, jadwal pendaftaran, dan mekanisme seleksi perlu mengacu pada pengumuman resmi program untuk periode berjalan.




