Kamis, 5 November 2026
spot_img
BerandaFashionBeasiswa35 Jurnalis Terima Beasiswa Pascasarjana BRI Fellowship Journalism 2026

35 Jurnalis Terima Beasiswa Pascasarjana BRI Fellowship Journalism 2026

spot_img

Foto: Dok. BRI

KORAN EDUKASI — Sebanyak 35 jurnalis dikukuhkan sebagai penerima beasiswa pascasarjana melalui BRI Fellowship Journalism 2026. Pengukuhan berlangsung di Bandung pada Jumat, 30 Oktober 2026, dan menandai berakhirnya rangkaian seleksi serta pendampingan bagi peserta yang akan melanjutkan pendidikan Magister atau S2.

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BRI Peduli di bidang pendidikan. Sasaran program bukan hanya membantu peserta memperoleh gelar, melainkan juga memperluas pengetahuan dan meningkatkan kompetensi jurnalis dari berbagai daerah, platform, dan latar belakang ruang redaksi.

Peserta didampingi 16 mentor

Dalam pelaksanaan tahun ini, peserta mendapat pendampingan dari 16 mentor yang terdiri atas pemimpin redaksi dan jurnalis senior. Pendampingan menjadi bagian penting karena peserta menjalani proses pengembangan kapasitas sebelum ditetapkan sebagai penerima dukungan studi pascasarjana.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan program ini diposisikan sebagai ruang belajar yang mempertemukan perspektif nasional dan daerah. “Sejak awal penyelenggaraannya, BRI Fellowship Journalism memiliki komitmen untuk mendukung penguatan ekosistem media dan mendorong terwujudnya jurnalisme yang berkualitas,” ujarnya.

BRI telah menjalankan beasiswa untuk jurnalis sejak 2013 melalui program Beasiswa Jurnalis Cerdas. Program itu kemudian bertransformasi menjadi BRI Fellowship Journalism pada 2022. Perubahan tersebut memperluas pendekatan dari bantuan pendidikan menjadi rangkaian pembelajaran dan jejaring profesi.

Studi lanjut untuk memperkuat kompetensi

Pendidikan pascasarjana dapat membantu jurnalis memperdalam bidang liputan, memperkuat metode riset, serta menilai informasi secara lebih sistematis. Meski demikian, manfaat program baru dapat diukur dari penerapan pengetahuan penerima dalam praktik jurnalistik dan kontribusinya bagi publik setelah studi berlangsung.

Pengukuhan 35 penerima juga memperlihatkan bahwa dukungan pendidikan tinggi dapat dirancang untuk kelompok profesi tertentu. Model serupa membutuhkan proses seleksi yang transparan, pendampingan yang relevan, dan evaluasi agar kesempatan belajar benar-benar meningkatkan kualitas kerja, bukan berhenti pada pencapaian akademik.

Program ini hadir di tengah beragam skema pembiayaan pendidikan tinggi yang menjangkau kelompok berbeda. Pada jalur bantuan publik, misalnya, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul mulai disalurkan bersama KJP Plus. Perbedaan sasaran dan mekanisme menegaskan pentingnya informasi syarat yang jelas bagi calon penerima.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img