Foto: Kemendikdasmen
KORAN EDUKASI — Sebanyak 169 talenta muda berprestasi ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Talenta Indonesia Angkatan I 2026. Dari jumlah itu, 166 penerima melanjutkan studi di dalam negeri dan tiga penerima menempuh pendidikan di luar negeri pada berbagai perguruan tinggi dan bidang keilmuan.
Program ini dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreska) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sasaran utamanya ialah menjaga kesinambungan pembinaan murid yang sebelumnya berprestasi pada ajang talenta nasional maupun internasional.
Pembinaan berlanjut hingga pendidikan tinggi
Kepala Puspreska Rusprita Putri Utami mengatakan beasiswa dirancang agar prestasi murid dapat dilanjutkan menjadi pengembangan kompetensi dan pendidikan tinggi. “Prestasi membuat kalian dikenal. Integritas membuat kalian dipercaya dan kontribusi membuat keberadaan kalian bermakna. Manfaatkan kesempatan beasiswa ini untuk berkontribusi bagi Indonesia,” ujarnya pada penutupan pembekalan, Minggu, 1 November 2026.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menyampaikan, murid yang telah dibina sejak pendidikan dasar dan menengah memerlukan jalur lanjutan. Beasiswa ini membuka kesempatan bagi talenta yang sudah diidentifikasi Puspreska untuk belajar di perguruan tinggi pilihan, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Sebelum kuliah, penerima mengikuti pembekalan studi yang dimulai 17 September dan berlanjut dalam empat sesi pada 2, 3, 16, dan 17 Oktober 2026. Delapan materi membahas adaptasi di lingkungan belajar baru, ketangguhan, pola pikir berkembang, integritas akademik, kepemimpinan, toleransi, tujuan hidup, dan tanggung jawab sosial.
Dari prestasi menuju proyek kontribusi
Rangkaian pembekalan ditutup dengan presentasi kelompok bertajuk Talent to Impact Project. Peserta diminta merefleksikan materi sekaligus menyusun gagasan kontribusi melalui ilmu dan kompetensi yang mereka kembangkan. Kegiatan tersebut menegaskan bahwa beasiswa bukan sekadar pembiayaan gelar akademik.
Di antara penerima terdapat Salwa Salsabila AZ, peraih Medali Perak Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2025, yang melanjutkan studi Pendidikan Dokter di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Muhammad Lingga Padantya Junaedi, peraih medali OPSI dan Young Inventors Challenge, melanjutkan pendidikan di University of Toronto, Kanada.
Penerima lain, Jovan Nathaniel Permana, menempuh studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung serta bercita-cita menjadi dosen atau peneliti fisika. Program ini menambah jalur dukungan pendidikan tinggi bagi talenta muda, di tengah perhatian publik terhadap skema bantuan seperti KIP Kuliah bagi mahasiswa.




