Foto: KPPTI 2026
KORAN EDUKASI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkenalkan tiga inovasi yang diarahkan menjawab kebutuhan transportasi bersih, hunian terjangkau, dan budidaya perikanan. Karya tersebut meliputi motor sport hidrogen Jawara-EV, program material hunian RAFLESIA, serta sistem pemantau kualitas air SIMONI-FISH.
Jawara-EV dikembangkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif UPI. Kendaraan berbasis hidrogen itu dipamerkan dalam Global Sustainable Development Congress 2026 di hadapan sekitar 5.500 delegasi internasional.
Menurut rilis Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) pada Rabu (4/11/2026), kendaraan tersebut hanya menghasilkan uap air dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 214 kilometer menggunakan 1,2 liter hidrogen. Klaim jarak dan efisiensi tersebut masih perlu dibaca sebagai hasil yang dilaporkan pengembang, bukan data penggunaan massal di jalan raya.
Material reflektif diterapkan di lebih dari 70 rumah
Inovasi kedua, RAFLESIA, dikembangkan peneliti sekaligus dosen arsitektur UPI Beta Paramita. Program ini memadukan cat reflektif surya buatan dalam negeri, ventilasi alami, dan material ringan untuk mengurangi panas di rumah masyarakat berpenghasilan rendah tanpa bergantung pada pendingin udara.
Hingga akhir 2025, sistem pendinginan pasif tersebut dilaporkan telah diterapkan pada lebih dari 70 rumah di enam provinsi. Penerapan di lapangan memberi dasar untuk menilai kenyamanan termal dan efisiensi energi, meski besaran penghematan biaya tetap perlu diukur pada kondisi rumah yang berbeda.
SIMONI-FISH disiapkan menuju produksi
UPI juga mengembangkan Smart Water Quality Monitoring System atau SIMONI-FISH berdasarkan masukan pembudidaya ikan di Waduk Saguling. Perangkat berbasis Internet of Things itu dirancang untuk memantau kualitas air secara waktu nyata dan bertahan di perairan terbuka.
Tim yang dipimpin Mimin Iryanti tengah menjajaki produksi massal bersama PT Eco Karya Teknologi atau CRUSTEA. Tahap penjajakan berarti kolaborasi belum sama dengan produksi komersial yang sudah berjalan luas.
Delegasi UPI Eri Kurniawan mengatakan, “Kami ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa UPI mampu berkontribusi melalui inovasi nyata, sekaligus memperkuat jejaring internasional dan kolaborasi lintas kampus.” Pendekatan ini sejalan dengan dorongan agar riset kampus berangkat dari tantangan nyata, dengan dampak yang tetap harus diuji setelah teknologi diterapkan.




