Foto: Istimewa/Jawa Pos
KORAN EDUKASI — Sepuluh inovasi yang dikembangkan pengusaha perempuan Indonesia memasuki tahap pengujian langsung di masyarakat selama 90 hari. Solusinya mencakup kesehatan digital, pemurnian air, ekonomi sirkular, dan penguatan ketahanan komunitas.
Pengujian menjadi bagian dari Program Sandbox Bayer Foundation dan Health Innovation Exchange (HIEx). Tahap ini dirancang untuk menilai apakah inovasi lokal dapat diterapkan secara lebih luas, terutama di wilayah rentan perubahan iklim dan memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Sepuluh peserta kohort Indonesia ialah Aikite, Ancala Project, DoctorTool, Komodo Water, Rabu Biru Foundation, KantiHealth, ReservoAir, Serat Nusa, TenangAI, dan Youth Health Hub Indonesia.
Tiga ukuran penerapan di lapangan
Fase sandbox menilai integrasi data secara langsung, aksesibilitas bagi masyarakat, serta analisis biaya dan manfaat untuk calon pengguna dari sektor publik maupun swasta. Inovasi yang berhasil secara teknis belum tentu mudah digunakan atau terjangkau.
Direktur Program HIEx Sandbox Patota Tambunan menyebut periode 90 hari sebagai tahap penting untuk membuktikan ketahanan solusi lokal. Pengukuran lapangan diperlukan agar klaim manfaat didukung data, bukan hanya konsep atau prototipe.
Faktor infrastruktur, kemampuan pengguna, variasi kebutuhan daerah, dan pendanaan dapat memengaruhi hasil. Karena itu, keberhasilan dalam satu komunitas belum otomatis menjamin solusi dapat diterapkan dengan cara sama di wilayah lain.
Hasil akan dibawa ke investor dan pembuat kebijakan
HIEx berperan menghubungkan pemerintah, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, investor, dan wirausaha sosial. Peserta juga mendapat bimbingan dari ahli teknologi dan inovasi sosial selama proses pengujian.
Setelah 90 hari, metrik dampak akan dirangkum untuk dipresentasikan melalui showcase nasional dan forum kebijakan internasional. Hasil evaluasi menjadi dasar menentukan inovasi yang layak dikembangkan, didanai, atau diuji lebih lanjut.
Pengujian ini melengkapi kerja sama riset dan teknologi yang sebelumnya diarahkan pada pengelolaan lingkungan dan pengembangan bioetanol. Namun, setiap solusi tetap harus membuktikan keamanan, manfaat, aksesibilitas, dan keberlanjutan biaya.
Program belum mengumumkan hasil efektivitas karena fase pengujian baru dimulai. Karena itu, sepuluh peserta tidak dapat disebut telah menyelesaikan persoalan iklim atau kesehatan; yang dinilai selama 90 hari ialah bukti penerapan serta peluang pengembangannya.




