Jumat, 30 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan IndonesiaIndonesia-Jepang Jajaki Daur Ulang Baterai dan Bioetanol

Indonesia-Jepang Jajaki Daur Ulang Baterai dan Bioetanol

spot_img

Foto: Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan lembaga teknologi Jepang menjajaki pengembangan daur ulang limbah elektronik serta baterai bekas, pengolahan plastik, dan bioetanol. Pembahasan berlangsung saat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menerima delegasi New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Delegasi Jepang dipimpin Executive Director of the Technology and Innovation Strategy Center NEDO, Kikuo Kishimoto. Pertemuan itu masih berada pada tahap penjajakan, sehingga belum merupakan kesepakatan proyek, jadwal penerapan, maupun komitmen investasi.

Material Baterai dan Plastik Jadi Fokus

Brian Yuliarto menyatakan Indonesia membutuhkan teknologi dan keterlibatan industri agar hasil riset dapat berkembang menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan nasional. “Kita harus berpikir cepat, Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai negara untuk mengembangkan industri kita,” ujar Brian Yuliarto.

Salah satu topik yang dibahas ialah pemulihan material bernilai dari baterai bekas agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri. Kikuo Kishimoto menjelaskan penelitian untuk memulihkan material baterai masih berada pada tahap awal dan menyampaikan keterbukaan terhadap pengembangan teknologi yang mendukung kebutuhan Indonesia.

Pertemuan juga membahas pendekatan upcycling, yakni mengolah material bekas menjadi produk dengan nilai guna lebih tinggi. Contoh yang dibicarakan adalah pemanfaatan botol plastik bekas sebagai material yang dapat digunakan kembali dalam proses industri.

Perguruan Tinggi Didorong Masuk dalam Riset

Dalam pengembangan bioetanol, pembahasan menyoroti kebutuhan teknologi yang kompetitif dari sisi harga dan kepastian pasar. Brian Yuliarto juga menyampaikan keinginan menjajaki diskusi dengan perusahaan otomotif Jepang mengenai kemungkinan dukungan bagi pengembangan bioetanol.

Kemdiktisaintek menempatkan perguruan tinggi dan peneliti pada tahap penelitian serta pengujian teknologi. Mitra industri diperlukan untuk menilai kebutuhan produksi dan peluang penerapan, sedangkan pemerintah berperan dalam pemetaan kebutuhan serta penghubung kolaborasi.

Tindak lanjut yang didorong kementerian berupa pemetaan kebutuhan riset, pemilihan teknologi, dan identifikasi calon mitra industri. Agenda ini melengkapi kerja sama Kemdiktisaintek dan BRIN dalam teknologi pengolahan sampah, tetapi hasil komersial maupun dampak energinya baru dapat dinilai setelah riset dan pengujian berjalan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img