Foto: Humas Universitas Jember/Mohamad Isriadi
KORAN EDUKASI — Universitas Jember (UNEJ) mewisuda 800 lulusan pada Wisuda Periode VI Tahun Akademik 2026/2027, Minggu, 1 November 2026. Dari 694 lulusan sarjana, sebanyak 174 orang tercatat menerima fasilitas Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) selama studi.
Peserta wisuda terdiri atas enam lulusan doktor, 39 magister, 694 sarjana, dan 61 diploma. Kegiatan berlangsung menjelang Dies Natalis ke-62 UNEJ pada 10 November dengan tema menumbuhkan pengetahuan dan menciptakan dampak.
Rektor UNEJ Iwan Taruna meminta lulusan memanfaatkan kemampuan teknis dan nonteknis yang diperoleh selama kuliah. Kontribusi dapat diwujudkan melalui kemampuan beradaptasi, bekerja sama, berkreasi di tempat kerja, maupun membuka lapangan kerja.
Lulusan terbaik dari empat jenjang
Pada jenjang doktor, Albert Lumbu dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 dengan masa studi dua tahun, sepuluh bulan, dan 23 hari.
Sri Wulandari dari Program Studi Pendidikan Dasar menjadi lulusan magister dengan IPK 4,00 dan masa studi satu tahun, empat bulan, serta 24 hari. Pada jenjang sarjana, Neifa Ulil Layli dari Sistem Informasi meraih IPK 3,97.
Rina Dwi Desianti dari Program Studi Perpajakan memperoleh IPK 3,94 dan menjadi lulusan terbaik diploma tiga. Capaian akademik itu menjadi salah satu indikator keberhasilan studi, tetapi kontribusi setelah lulus tetap memerlukan kemampuan bekerja dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Pengetahuan diminta menghasilkan dampak
Iwan Taruna mengajak lulusan menghayati prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara tentang keteladanan, membangun prakarsa, dan memberikan dorongan. Nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam kehidupan profesional dan pengabdian sosial.
Pesan itu sejalan dengan seruan agar sarjana baru tidak hanya mengandalkan ijazah. Hard skill, soft skill, integritas, serta kemauan belajar menentukan kemampuan alumni menghadapi perubahan dunia kerja.
Kehadiran 174 penerima KIP Kuliah menunjukkan akses bantuan biaya pendidikan dalam kelompok lulusan tersebut. Namun, keberhasilan program juga perlu dilihat dari penyelesaian studi, transisi kerja, dan ruang kontribusi yang diperoleh alumni.




