Foto: Dok. Pemprov Jawa Barat
KORAN EDUKASI — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skema beasiswa bagi 1.000 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dari keluarga kurang mampu. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan konsep program sedang dirumuskan untuk memperluas kesempatan kuliah bagi anak-anak Jawa Barat.
Rencana tersebut melengkapi Beasiswa Pemprov Jawa Barat 2027 yang sedang berjalan untuk 500 mahasiswa ITB asal Jawa Barat. Pendaftaran program yang telah dibuka itu berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Bantuan pada program 500 mahasiswa berupa Biaya Penyelenggaraan Pendidikan ITB. Calon penerima harus memenuhi persyaratan akademik dan administrasi, sehingga rencana kuota 1.000 mahasiswa tidak boleh dipahami sebagai bantuan otomatis tanpa proses seleksi.
Program berjalan menyasar mahasiswa angkatan 2023–2026
Beasiswa Pemprov Jawa Barat 2027 diperuntukkan bagi mahasiswa ITB angkatan 2023, 2024, 2025, dan 2026. Salah satu persyaratan yang diumumkan ialah indeks prestasi kumulatif minimal 3,50.
Dokumen yang perlu disiapkan meliputi kartu tanda penduduk, kartu keluarga, pakta integritas, transkrip akademik, dan bukti prestasi atau kegiatan organisasi. Mahasiswa angkatan 2026 juga diminta melampirkan nilai ujian nasional sesuai ketentuan program.
Prioritas kepada kelompok kurang mampu perlu diterjemahkan ke dalam indikator yang dapat diverifikasi. Mekanisme seleksi, sumber data ekonomi keluarga, besaran bantuan, serta durasi pendanaan untuk skema 1.000 mahasiswa masih menunggu perumusan lebih lanjut.
Perlu kepastian antara rencana dan program yang sudah dibuka
Program 500 mahasiswa telah memiliki masa pendaftaran dan persyaratan, sedangkan skema 1.000 mahasiswa masih berada pada tahap penyiapan konsep. Perbedaan status ini penting agar calon penerima tidak menganggap seluruh kuota sudah tersedia pada kanal pendaftaran yang sama.
Jika diterapkan, bantuan biaya pendidikan dapat mengurangi risiko mahasiswa menghentikan studi karena persoalan ekonomi. Efektivitasnya juga bergantung pada ketepatan sasaran, kesinambungan pendanaan, serta informasi pendaftaran yang mudah diakses.
Calon penerima perlu merujuk pengumuman resmi dan tidak menggunakan informasi tidak terverifikasi. Koran Edukasi juga pernah membahas persyaratan Beasiswa Garuda sebagai contoh pentingnya membedakan kriteria setiap program bantuan pendidikan.




