Foto: Dok. ITB
KORAN EDUKASI — Institut Teknologi Bandung (ITB) mempertemukan mahasiswa dan lulusan dengan 47 perusahaan nasional serta multinasional melalui Titian Karier Terpadu pada 26–27 Oktober 2026. Kegiatan di Kampus Ganesha itu juga melibatkan tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah serta perusahaan rintisan.
Agenda berlangsung di Aula Barat, Aula Timur, dan Campus Center Timur ITB. Program diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan bersama Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier untuk memperluas akses informasi kerja sekaligus membuka hubungan antara kampus, perusahaan, dan calon tenaga kerja.
Kegiatan mencakup bursa karier, proses rekrutmen, konsultasi curriculum vitae atau CV, konseling karier, berbagi pengalaman bersama alumni, serta pameran usaha mikro dan perusahaan rintisan. Peserta dapat mempelajari kebutuhan perusahaan dan menilai kecocokan kemampuan sebelum mengikuti seleksi.
Perusahaan dari beragam sektor
Perusahaan peserta berasal dari sektor barang konsumsi, teknologi, perbankan, teknik sipil, dan lingkungan. Ragam bidang tersebut memberi pilihan bagi mahasiswa dari berbagai program studi, tetapi kesempatan hadir tidak otomatis menjamin kelulusan dalam proses rekrutmen.
Wakil Rektor ITB Andryanto Rikrik Kusmara mengatakan keterhubungan perguruan tinggi dan industri diperlukan agar pembelajaran lebih selaras dengan perkembangan kebutuhan kerja. ITB juga menjajaki kelas khusus dan pelatihan bersama perusahaan, terutama pada bidang teknologi digital dan farmasi.
“Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan perusahaan dengan calon tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” tutur Rikrik, dikutip Media Indonesia pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Konsultasi karier dan transparansi lowongan
Selain rekrutmen, konsultasi CV dan konseling karier memberi ruang bagi peserta untuk memahami cara mempresentasikan pengalaman serta kompetensi secara akurat. Sesi bersama alumni dapat membantu mahasiswa memperoleh gambaran tentang proses transisi dari perkuliahan ke lingkungan kerja.
Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia memperkenalkan platform Nyari Gawe dan menekankan pentingnya transparansi informasi lowongan untuk mengurangi praktik percaloan dalam pencarian kerja.
Titian Karier Terpadu menunjukkan salah satu bentuk layanan kampus setelah mahasiswa menyelesaikan pembelajaran akademik. Bursa karier perlu dibaca bersama data penyerapan lulusan, seperti laporan Universitas Pendidikan Indonesia mengenai lulusan yang bekerja atau berwirausaha, agar evaluasi kesiapan kerja tidak hanya bertumpu pada jumlah perusahaan yang hadir.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menyediakan akses langsung ke informasi perusahaan dan mekanisme seleksi. Bagi kampus, masukan dari industri dapat digunakan untuk menilai kebutuhan pelatihan, layanan karier, dan penguatan kompetensi tanpa menjadikan kepentingan perusahaan sebagai satu-satunya ukuran mutu pendidikan.




