Kamis, 1 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPerguruan TinggiEnergy Week 2026 Dorong Kampus Hadirkan Solusi Ketahanan Energi

Energy Week 2026 Dorong Kampus Hadirkan Solusi Ketahanan Energi

spot_img

Foto: Seminar Nasional Energy Week 2026 di Gedung BJ Habibie, Jakarta. Kemdiktisaintek.

KORAN EDUKASI — Perguruan tinggi didorong mengambil peran lebih nyata dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia. Dorongan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Energy Week 2026 yang berlangsung di Gedung BJ Habibie, Jakarta, pada 22 September.

Kegiatan bertema Accelerating the Energy Transition: From Vision to Action itu menjadi bagian dari rangkaian Energy Week 2026 pada 22–24 September. Pembahasannya menempatkan riset kampus sebagai salah satu penghubung antara persoalan energi nasional dan solusi teknologi yang dapat diterapkan.

Riset diharapkan bergerak menuju penerapan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut ketahanan energi sebagai persoalan penting bagi Indonesia.

“PR kedua terbesar ini adalah energi, ketahanan energi. Ketahanan energi diharapkan menjadi satu fundamental yang sangat kuat,” ujar Brian.

Menurut paparan kementerian, Indonesia masih mengimpor beberapa komoditas energi seperti bensin, solar, dan LPG. Salah satu arah solusi yang didorong ialah elektrifikasi kendaraan serta pengembangan sumber energi yang mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.

Kolaborasi menentukan hilirisasi

Kampus tidak dapat bekerja sendiri. Penelitian membutuhkan hubungan dengan lembaga riset, pemerintah, serta industri agar hasil laboratorium dapat diuji, dikembangkan, dan digunakan pada skala yang lebih luas.

Energy Week diharapkan menghasilkan rekomendasi, produk yang dapat dikembangkan secara komersial, dan penelitian lanjutan. Namun, keluaran tersebut tetap perlu dinilai melalui kesiapan teknologi, keselamatan, biaya, serta manfaat bagi masyarakat.

Peran yang dapat diperkuat perguruan tinggi

  • Menyiapkan talenta teknik dan sains dengan pengalaman riset terapan.
  • Menguji teknologi energi sesuai kebutuhan serta kondisi daerah.
  • Membangun konsorsium riset lintas kampus dan industri.
  • Mengukur dampak lingkungan dan sosial sebelum hilirisasi.

Pernyataan dalam forum ini merupakan arah dan harapan kebijakan. Keberhasilannya perlu dibuktikan melalui keluaran riset, penggunaan teknologi, dan pengurangan ketergantungan energi yang dapat diukur.

Kebutuhan talenta teknologi juga berkaitan dengan kesiapan menghadapi kecerdasan artifisial. Baca laporan Koran Edukasi mengenai peran kampus menyiapkan SDM pengendali AI.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img