Selasa, 6 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsRevitalisasi 61 Satuan Pendidikan di Kebumen Didukung Rp31,85 Miliar

Revitalisasi 61 Satuan Pendidikan di Kebumen Didukung Rp31,85 Miliar

spot_img

Foto: Nurlaili/Kemendikdasmen

KORAN EDUKASI — Sebanyak 61 satuan pendidikan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mendapat program revitalisasi dengan total anggaran Rp31,85 miliar. Program itu menjangkau jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah dan nonformal.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan penerima program terdiri atas 33 sekolah dasar, 14 sekolah menengah pertama, lima taman kanak-kanak atau pendidikan anak usia dini, empat sekolah menengah kejuruan, tiga sekolah menengah atas, satu sanggar kegiatan belajar, dan satu pusat kegiatan belajar masyarakat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan program tersebut di Kebumen pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat hasil perbaikan sarana sekaligus keterkaitannya dengan proses pembelajaran di sekolah.

Perbaikan ruang belajar dan dukungan pembelajaran

Revitalisasi mencakup pembangunan dan perbaikan ruang kelas maupun fasilitas pendukung. Menurut Kemendikdasmen, sarana yang lebih layak diperlukan agar kegiatan belajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan mendukung pengembangan kemampuan murid.

Pemerintah juga mengaitkan perbaikan fisik sekolah dengan program lain, antara lain penyediaan papan interaktif digital, laptop, serta dukungan terhadap Makan Bergizi Gratis. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada pemanfaatan fasilitas oleh sekolah dan kesinambungan pemeliharaannya.

Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya pembelajaran yang membangun kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi. Dengan demikian, revitalisasi tidak berhenti pada pembaruan bangunan, tetapi perlu berdampak pada mutu pengalaman belajar.

Menjangkau pendidikan formal dan nonformal

Komposisi penerima menunjukkan program tidak hanya menyasar sekolah formal. Masuknya sanggar kegiatan belajar dan pusat kegiatan belajar masyarakat membuka ruang perbaikan akses bagi warga yang menempuh jalur pendidikan nonformal.

Kemendikdasmen mencatat angka partisipasi sekolah di Kebumen untuk kelompok usia 7–12 tahun mencapai 99,73 persen, sedangkan kelompok usia 13–15 tahun sebesar 98,56 persen. Angka tersebut menggambarkan jangkauan pendidikan dasar yang tinggi, tetapi belum otomatis menjelaskan kualitas pembelajaran maupun kondisi tiap satuan pendidikan.

Program di Kebumen menjadi bagian dari agenda nasional revitalisasi satuan pendidikan. Pelaksanaan serupa juga berlangsung di daerah lain, termasuk revitalisasi 401 sekolah di Bali pada 2026. Pengawasan mutu pekerjaan, ketepatan sasaran, dan pemeliharaan fasilitas menjadi bagian penting agar anggaran publik menghasilkan manfaat jangka panjang.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img