“Menjadi dewasa adalah tekun belajar, menghargai guru, dan menghormati orang tua.” Jawaban itu diucapkan dengan mantap oleh Jesca Nyimo, murid kelas XI SMK Negeri 2 Talaud saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bertanya tentang makna menjadi dewasa dalam kehidupan.
saat berdialog dengan yang berkunjung ke Pulau Miangas. Percakapan singkat tersebut menjadi momen yang membekas bagi Jesca sekaligus mencerminkan semangat belajar anak-anak di wilayah terluar Indonesia dalam meraih cita-cita.
Dialog itu berlangsung ketika Mendikdasmen meninjau proses pembelajaran di SMK Negeri 2 Talaud, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Setelah mengunjungi sejumlah ruang kelas, langkahnya terhenti di kelas XI yang sedang mengikuti pelajaran agama. Di kelas itulah Mendikdasmen berdialog dengan Jesca. Percakapan yang singkat ini tidak hanya berkesan bagi Jesca namun juga memperlihatkan rasa optimisme dan semangat belajar anak-anak di wilayah terluar Indonesia dalam meraih cita-cita tak terkecuali di Pulau Miangas.
Dengan lugas, Jesca mengatakan bahwa menjadi dewasa berarti memiliki tekad yang kuat untuk meraih cita-citanya. Kepada Menteri Mu’ti, ia juga menyampaikan rasa terima kasih karena telah berkunjung ke Pulau Miangas untuk melihat perkembangan layanan pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada para murid.
Jesca juga bersyukur atas perubahan kondisi sekolah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan serta hadirnya Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di ruang kelasnya. Menurutnya, fasilitas tersebut semakin memotivasinya untuk belajar dan mewujudkan cita-cita menjadi polisi wanita yang mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Momen ini menjadi pencapaian besar dalam hidup saya, saya bisa bertemu pak menteri, berbincang dengannya, dan foto bersama. Ke depan, saya ingin membanggakan orang tua saya, belajar dengan tekun, berlatih, dan menjadi abdi negara di kepolisian,” ungkap Jesca.
Semangat yang sama juga ditunjukkan Fathir, murid SMP Negeri 2 Nanusa. Meski tinggal dan bersekolah di wilayah terluar Indonesia, ia memiliki cita-cita menjadi seorang prajurit TNI. Keinginan tersebut ia wujudkan dengan terus belajar sungguh-sungguh dan berusaha meraih hasil terbaik dalam setiap proses pembelajaran.

“Di sini kami memerlukan banyak buku bacaan agar wawasan dan pengetahuan kami semakin luas. Terima kasih Pak Menteri sudah datang ke Miangas, saya dan teman-teman sangat senang sekolah kami sudah direvitalisasi dan menunggu selesai pada bulan ini,” ujar Fathir.
Melihat antusiasme dan semangat belajar para murid di Pulau Miangas, Menteri Abdul Mu’ti berpesan agar mereka terus tekun belajar dan tidak pernah berhenti mengejar cita-cita. Menurutnya, semangat anak-anak di wilayah perbatasan dapat menularkan energi positif bagi masa depan Indonesia yang lebih maju.
“Ini adalah bukti nyata kebijakan Presiden Prabowo Subianto, kita berharap semoga sektor pendidikan menjadi lebih baik dan menghasilkan generasi unggul untuk Indonesia. Kepada anak-anakku, walaupun kalian berada di wilayah perbatasan, teruslah semangat meraih mimpi dan bergembira,” tutup Mendikdasmen, saat di Pulau Miangas (WR).*
Rayakan Hari Anak dengan Belajar, Bermain, & Bertumbuh Bersama

Tawa, permainan, dan semangat belajar anak-anak mewarnai penyelenggaraan Festival Anak Hebat Jawa Barat 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. Festival ini menjadi sebuah ruang yang menghadirkan pengalaman belajar sambil bermain, sekaligus mengajak seluruh pihak merayakan masa kanak-kanak sebagai fondasi penting bagi masa depan Indonesia.
Beragam kegiatan edukatif dihadirkan dalam rangkaian acara, mulai dari eksplorasi area bermain yang menghadirkan pengalaman belajar sambil bermain bagi anak usia dini, Petualangan Tangguh Siaga Bencana untuk mengenalkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, seminar, Deklarasi Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan, hingga penandatanganan komitmen bersama Bunda PAUD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam implementasi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus memastikan setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, aman, inklusif, dan menyenangkan.
Menurutnya, terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045 bergantung pada kemampuan bersama dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan memiliki daya saing global. “Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi ruang yang membahagiakan, memerdekakan, dan memberdayakan setiap anak,” ujarnya di Bandung, Jawa Barat.
Masmidah juga mengajak para pendidik untuk terus menjadi teladan, penggerak, sekaligus sahabat belajar bagi peserta didik dengan menciptakan lingkungan belajar yang menghargai kebersamaan, bebas perundungan, dan mampu menumbuhkan potensi terbaik setiap anak.
“Kepada anak-anakku sekalian, teruslah belajar dengan semangat, berani mencoba hal baru, menjaga akhlak dan karakter, serta menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa Indonesia,” pesan Masmidah.

Senada dengan itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat sekaligus Pendamping Wakil Gubernur Jawa Barat, Samantha Dewi Erwan Setiawan, menyambut baik implementasi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh awal kehidupan dan pendidikan terbaik. yang Ia memandang langkah ini sebagai ikhtiar bersama agar setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang di lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Mari kita hadir untuk anak-anak, mendampingi mereka dengan kasih sayang, dan memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Karena anak yang bahagia hari ini adalah pemimpin hebat di masa depan,” ujar Samantha.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Komalasari, mengatakan bahwa Festival Anak Hebat Jawa Barat menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada anak.
“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026. Melalui berbagai kegiatan edukatif ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan seluruh mitra. Semoga BBPMP Provinsi Jawa Barat terus menjadi ruang kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak kepada anak,” ujar Komalasari.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bunda PAUD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Barat, ratusan murid, guru, orang tua, serta berbagai pemangku kepentingan yang bersama-sama merayakan Hari Anak Nasional melalui berbagai aktivitas yang mendorong tumbuh kembang anak. Melalui pendekatan yang partisipatif, menyenangkan, dan berpusat pada anak, Festival Anak Hebat Jawa Barat 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan kapasitas pendidik dan orang tua, serta memperluas kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh anak Indonesia.(RoY)




