Senin, 2 November 2026
spot_img
BerandaFashionPerguruan TinggiSenat Unila Tetapkan Tiga Calon Rektor Periode 2027–2031

Senat Unila Tetapkan Tiga Calon Rektor Periode 2027–2031

spot_img

Foto: Universitas Lampung

KORAN EDUKASI — Senat Universitas Lampung (Unila) menetapkan tiga calon rektor periode 2027–2031 melalui pemungutan suara oleh 47 anggota senat. Mereka ialah Budiyono, Warsito, dan Asep Sukohar.

Ketiganya dipilih dari enam bakal calon. Budiyono memperoleh 22 suara, Warsito meraih 15 suara, sedangkan Asep Sukohar mendapatkan tujuh suara. Hasil tersebut membawa mereka ke tahap pemilihan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila Muhammad Akib mengatakan berkas ketiga calon akan dikirim ke kementerian. Kampus selanjutnya menunggu jadwal pemungutan suara tingkat akhir.

Nomor urut dan latar belakang calon

Asep Sukohar mendapat nomor urut satu. Dosen Fakultas Kedokteran itu pernah menjabat Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Unila pada 2020–2024 serta memimpin Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Lampung selama dua periode.

Warsito berada di nomor urut dua. Profesor bidang fisika tersebut pernah menjadi Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ketua Jurusan Fisika, Wakil Dekan Bidang Akademik, serta staf penjaminan mutu Unila.

Budiyono mendapat nomor urut tiga. Dosen Fakultas Hukum itu pernah memimpin bagian Hukum Tata Negara, Pusat Kajian Konstitusi dan Peraturan Perundang-undangan, serta jurnal fakultas.

Pemilihan belum selesai

Penetapan senat bukan hasil akhir pemilihan rektor. Tahap bersama Kemdiktisaintek masih harus dilaksanakan sebelum pimpinan Unila periode 2027–2031 ditentukan secara resmi.

Proses tersebut merupakan bagian tata kelola perguruan tinggi negeri. Koran Edukasi sebelumnya memberitakan pelantikan enam pimpinan perguruan tinggi negeri dan tuntutan agar kepemimpinan kampus menghasilkan dampak nyata.

Perbedaan pengalaman para calon memberi senat dan kementerian bahan menilai kapasitas akademik, tata kelola, keuangan, serta jejaring kelembagaan. Program kerja dan arah kepemimpinan tetap perlu diuji pada tahap akhir, bukan disimpulkan hanya dari jumlah suara tahap pertama.

Hasil pemungutan suara senat menunjukkan Budiyono memperoleh dukungan terbanyak pada tahap ini, tetapi angka tersebut tidak menetapkan pemenang akhir. Penilaian kementerian dan pemungutan suara berikutnya tetap menjadi bagian prosedur yang harus dituntaskan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img