Jumat, 30 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsKampus Didorong Memimpin Inovasi Kendaraan Listrik, Bukan Sekadar Mengikuti Pasar

Kampus Didorong Memimpin Inovasi Kendaraan Listrik, Bukan Sekadar Mengikuti Pasar

spot_img

Foto: Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Perguruan tinggi didorong mengambil dua peran dalam pengembangan kendaraan listrik: merespons kebutuhan pasar sekaligus memimpin pembentukan pasar melalui inovasi. Arah tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dalam Periklindo Electric Vehicle Conference 2026, Rabu, 28 Oktober 2026.

Menurut Stella, riset kampus tidak cukup hanya mengikuti kebutuhan industri yang sudah terlihat. Penelitian juga perlu mengantisipasi teknologi berikutnya, menghasilkan inovasi baru, dan membantu menekan biaya agar kendaraan listrik dapat dijangkau lebih luas.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengarahkan pendanaan riset agar semakin berorientasi pada persoalan industri. Stella menyebut lebih dari 50 persen dana riset kementerian telah dibuka dengan orientasi tersebut, termasuk melalui Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia pada 2025.

Riset, talenta, dan kebutuhan industri

Penyiapan sumber daya manusia menjadi bagian dari pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Kemdiktisaintek mendorong penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan industri, termasuk kerja sama vokasi Indonesia–Tiongkok yang menggabungkan pembelajaran kampus, pengalaman belajar di luar negeri, dan magang industri.

Perguruan tinggi dan politeknik diharapkan tidak hanya memasok lulusan, tetapi juga mengembangkan teknologi yang efisien dan terjangkau. Kebutuhan tersebut mencakup penguasaan baterai, peningkatan kinerja kendaraan, serta proses produksi yang sesuai dengan kemampuan industri nasional.

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia Moeldoko menilai keterlibatan generasi muda penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk luar negeri. “EV adalah momentum lompatan industri kendaraan di Indonesia,” ujar Moeldoko.

Pangsa pasar mobil listrik meningkat

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan jumlah kendaraan di Indonesia mencapai 172,94 juta unit hingga akhir 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai meningkat dari 0,99 persen pada 2022 menjadi 16,88 persen selama Januari–Agustus 2026.

Kenaikan pangsa pasar tersebut merupakan indikator penjualan, bukan bukti bahwa industri nasional telah menguasai seluruh teknologinya. Faisol menekankan perlunya penguatan ekosistem baterai, teknologi, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri agar pertumbuhan pasar juga memperkuat kapasitas produksi domestik.

Stella menambahkan, Indonesia tidak harus menyalin strategi negara lain secara utuh. Kebijakan perlu disesuaikan dengan prioritas riset, kemampuan industri, dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Agenda ini melanjutkan pembahasan daur ulang baterai dan bioetanol bersama mitra Jepang. Kolaborasi kampus, industri, dan pemerintah masih memerlukan proyek riset serta pengujian sebelum manfaat teknologi dan keekonomiannya dapat dinilai.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img