Foto: BPMP Provinsi Papua/Kemendikdasmen
KORAN EDUKASI — Murid SMA Negeri 1 Arso di Kabupaten Keerom, Papua, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan persiapan berupa uji coba, latihan soal, bimbingan tambahan, dan penguatan motivasi. Sekolah tersebut berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua memantau pelaksanaan TKA di sejumlah sekolah di Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Pemantauan dilakukan untuk melihat kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan sekaligus mencatat kondisi yang dihadapi sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Arso Marlina Abidondifu mengatakan para murid telah mempersiapkan diri sejak jauh hari. Guru mata pelajaran juga memberikan pendampingan karena sebagian besar materi yang diujikan telah dipelajari dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Persiapan akademik dan rasa percaya diri
Salah satu peserta, Rosario Farel Julio Cesar Hilapok, mengaku sempat gelisah sebelum memasuki ruang ujian. Setelah membaca soal dengan tenang, ia merasa lebih percaya diri dan menilai soal tidak sesulit yang dibayangkan.
Pengalaman itu menunjukkan bahwa persiapan TKA tidak hanya menyangkut penguasaan materi. Simulasi penggunaan aplikasi, pengenalan alur ujian, dan dukungan psikologis juga membantu murid menghadapi asesmen dengan lebih tenang.
Kemendikdasmen menyatakan TKA digunakan untuk memperoleh ukuran capaian akademik yang objektif dan terstandar. Hasilnya dapat membantu murid mengenali kemampuan serta mempersiapkan langkah pendidikan berikutnya, tetapi TKA bukan penentu kelulusan sekolah.
Kendala jaringan segera ditangani
Pemantauan juga dilakukan di SMAK Terang Kasih Bangsa Papua, Jayapura. Kepala sekolah Sepris O. Nenobais menyebut pelaksanaan berjalan baik meskipun terdapat gangguan jaringan pada sesi awal.
“Sempat terjadi kendala dikarenakan jaringan, namun segera diatasi oleh tim teknis yang telah disiapkan oleh dinas pendidikan dan sekolah,” ujar Sepris dalam berita Kemendikdasmen, Rabu, 28 Oktober 2026.
Kesiapan tim teknis menjadi penting bagi sekolah di wilayah yang menghadapi keterbatasan konektivitas. Penanganan gangguan perlu memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan mengikuti asesmen sesuai prosedur dan tidak dirugikan oleh persoalan infrastruktur.
Pemantauan di Papua melengkapi pengawasan TKA secara langsung dan daring yang telah disiapkan pemerintah. Data dari sekolah dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki dukungan teknis dan pelaksanaan asesmen berikutnya.




