Jumat, 30 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan IndonesiaEnam Murid SLB Raih Enam Medali di Battle of the Chefs 2026

Enam Murid SLB Raih Enam Medali di Battle of the Chefs 2026

spot_img

Foto: Puspreka/Kemendikdasmen

KORAN EDUKASI — Enam murid sekolah luar biasa (SLB) Indonesia meraih empat medali perak dan dua medali perunggu dalam kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026. Ajang tersebut berlangsung di Penang, Malaysia, pada 21–24 Oktober 2026.

Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreka) Rusprita Putri Utami menyatakan keikutsertaan murid berkebutuhan khusus tidak hanya diarahkan pada penghargaan, tetapi juga pengembangan kompetensi, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian.

Enam Murid dari Berbagai Provinsi

Para peraih medali ialah Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul, Dinda Aprillia dari SLB Negeri Pembina Palembang, Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Charisya Apta Maydian Aglind dari SLB Negeri Semarang, Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, serta Andi Ismira Aulia dari SLB Negeri Tanjung Selor.

Andi Ismira Aulia, yang akrab disapa Mira, untuk pertama kalinya mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional. Ia bergabung dengan Hepi Vania Zendrato dan menampilkan kue floral bertingkat dua dengan hiasan berbentuk keranjang serta ornamen bunga.

Dinda Aprillia membuat kue bertema Tahun Baru Imlek dengan dekorasi naga dan ornamen khas perayaan tersebut. Guru pendamping Dinda di SLB Negeri Pembina Palembang, Labora Francisca, menjelaskan bahwa latihan dilakukan secara konsisten, termasuk ketika kabut asap melanda Palembang.

Prestasi Dicatat dalam Sistem Talenta

Kemendikdasmen menyatakan capaian para peserta akan dipublikasikan dan dimasukkan ke Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid (SIMT). Pencatatan itu diharapkan membentuk rekam jejak yang dapat mendukung pengembangan keterampilan dan peluang pendidikan maupun karier di bidang kuliner.

Pengalaman bertanding juga menjadi ruang bagi sekolah dan guru pendamping untuk menilai kebutuhan pembinaan lanjutan. Dukungan yang berkelanjutan penting karena medali merupakan hasil kompetisi, sedangkan kemandirian dan peluang karier membutuhkan latihan, akses pendidikan, serta pengakuan kompetensi.

“Tetap semangat, jangan patah semangat, dan terus belajar untuk menampilkan yang terbaik,” pesan Mira kepada murid lain. Prestasi ini menambah contoh capaian pendidikan inklusif, sejalan dengan upaya sejumlah kampus memetakan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas agar dukungan tidak berhenti pada akses masuk.

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img