Jumat, 30 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan IndonesiaDua SD di Bengkulu Tengah Rampung Direvitalisasi, Satu Sekolah Masih Menunggu Dana...

Dua SD di Bengkulu Tengah Rampung Direvitalisasi, Satu Sekolah Masih Menunggu Dana Tahap Kedua

spot_img

Foto: ANTARA/Anggi Mayasari

KORAN EDUKASI — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menyatakan revitalisasi SD Negeri 59 dan SD Negeri 81 telah selesai 100 persen. Fasilitas hasil pembangunan itu juga sudah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah Erriyanto mengatakan kedua sekolah tersebut termasuk dalam tiga sekolah dasar penerima program revitalisasi gelombang pertama dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Satu sekolah lain pada gelombang yang sama, SD Negeri 80, belum menuntaskan pekerjaan. Sekolah tersebut masih menunggu pencairan dana tahap kedua sebesar 30 persen untuk melanjutkan pembangunan.

Pencairan Mengikuti Kemajuan Fisik

Menurut Erriyanto, pencairan tahap berikutnya diproses setelah kemajuan fisik pembangunan melampaui 50 persen. Mekanisme bertahap itu membuat laporan progres dan kelengkapan administrasi menjadi bagian penting dalam kelanjutan pekerjaan.

Pemerintah daerah melakukan pemantauan agar pembangunan sesuai dengan rencana dan penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan. Setelah pekerjaan selesai, dokumen serah terima juga harus disiapkan sebelum fasilitas dinyatakan tuntas secara administratif.

Revitalisasi sekolah diarahkan untuk memperbaiki ruang dan sarana belajar agar lebih aman serta layak digunakan. Penyelesaian dua sekolah pada gelombang pertama berarti manfaat program sudah mulai dirasakan murid dan guru, sementara SD Negeri 80 masih berada pada tahap penyelesaian.

Delapan SD Masuk Gelombang Kedua

Pada gelombang kedua, delapan sekolah dasar di Bengkulu Tengah tercatat sebagai penerima. Sekolah tersebut ialah SD Negeri 1, SD Negeri 29, SD Negeri 14, SD Negeri 67, SD Negeri 72, SD Negeri 82, SD Negeri 83, dan SD Negeri 91.

Pekerjaan di delapan sekolah itu masih berada pada tahap awal. Pemerintah kabupaten menyatakan akan terus mengawasi kemajuan fisik dan administrasi agar pelaksanaan tidak menyimpang dari ketentuan program.

Perbaikan sarana merupakan satu unsur dalam peningkatan mutu layanan sekolah. Di daerah lain, pendekatan berbasis keluarga dan komunitas juga dipakai untuk memperkuat pendidikan, seperti dalam gerakan pendidikan keluarga dan adat di Wondama. Kombinasi fasilitas layak dan dukungan lingkungan belajar menjadi bagian yang saling melengkapi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img