Jumat, 2 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsAbdul Mu’ti Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Pembelajaran dan Budaya Sekolah

Abdul Mu’ti Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Pembelajaran dan Budaya Sekolah

spot_img

Foto: ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen.

KORAN EDUKASI — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan Pancasila melalui pembelajaran mendalam dan budaya sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa pembentukan karakter murid juga berlangsung melalui kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan, serta pengalaman berinteraksi sehari-hari.

Abdul Mu’ti menyampaikan hal itu dalam Seminar Lokakarya Akademik yang diselenggarakan Fraksi Partai Golkar MPR RI di Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). Forum tersebut membahas kedudukan Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara serta penguatan pendidikannya dalam sistem pendidikan nasional.

Dalam keterangan tertulis yang diberitakan ANTARA pada Rabu (30/9), ia menjelaskan tiga aspek yang harus berjalan bersama, yakni pemahaman tentang Pancasila, penerapan nilainya dalam kehidupan, dan pembentukan kepribadian bangsa berdasarkan nilai tersebut.

Karena itu, pembelajaran mendalam diarahkan agar murid memahami konteks pelajaran sekaligus penerapannya. Abdul Mu’ti juga mendorong penguatan hidden curriculum melalui pengalaman dan kebiasaan yang terbentuk di lingkungan sekolah.

Hubungan guru dengan murid, interaksi antarmurid, dan kegiatan bersama menjadi bagian dari proses pendidikan tersebut. Sekolah diharapkan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktikkan sikap saling menghormati, bekerja sama, dan hidup dalam keberagaman.

“Sikap-sikap seperti ini akan bisa ditumbuhkan kalau murid memiliki banyak pengalaman dalam lembaga pendidikan yang banyak mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Abdul Mu’ti.

Penguatan karakter juga dilakukan melalui Pramuka dan pilihan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Menurut Abdul Mu’ti, pilihan yang lebih beragam memberi murid kesempatan mengembangkan keterampilan di luar mata pelajaran formal.

Kemendikdasmen turut memperkuat upacara bendera dan peringatan hari besar nasional. Melalui Ikrar Pelajar Indonesia, murid diajak menghayati keimanan dan ketakwaan, menghormati orang tua serta guru, bersungguh-sungguh belajar, menjaga kerukunan, dan mencintai tanah air.

Abdul Mu’ti menilai kecintaan kepada Indonesia perlu tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan atas perbedaan, dan kesediaan hidup bersama. Keteladanan serta pembiasaan di sekolah menjadi bagian dari upaya menumbuhkan sikap tersebut.

Baca juga: Pelajar Yogyakarta belajar demokrasi melalui olimpiade.

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img