Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/Ppj
KORAN EDUKASI — Sejumlah pelajar sekolah dasar mengikuti Festival Literasi 2026 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin, 5 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai wadah edukasi literasi bagi pelajar. Pemerintah kota menempatkan penguatan kemampuan literasi sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang kompeten dan mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia di Pekalongan.
Perpustakaan menjadi ruang pembelajaran
Pelaksanaan festival di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan mempertemukan pelajar dengan ruang belajar di luar kelas. Pendekatan ini memperluas fungsi perpustakaan dari tempat menyimpan koleksi menjadi ruang kegiatan yang memperkenalkan kebiasaan membaca dan mengolah informasi.
Keterlibatan siswa sekolah dasar penting karena fondasi literasi dibangun sejak jenjang awal. Kemampuan membaca tidak hanya berkaitan dengan mengenali teks, tetapi juga memahami informasi, menghubungkan gagasan, dan menggunakan pengetahuan dalam kegiatan belajar.
Festival tersebut sekaligus menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dalam memperluas akses kegiatan literasi. Dampaknya tetap perlu dilihat melalui kesinambungan program setelah festival, antara lain dari kunjungan pelajar ke perpustakaan, ketersediaan bahan bacaan, dan kegiatan pendampingan di sekolah.
Gerakan literasi membutuhkan kesinambungan
Kegiatan festival dapat menjadi pintu masuk untuk menghubungkan sekolah, perpustakaan, keluarga, dan komunitas baca. Kerja sama antarpihak dibutuhkan agar pengalaman literasi tidak berhenti pada acara, tetapi berlanjut dalam kebiasaan membaca serta kegiatan belajar sehari-hari.
Upaya daerah ini sejalan dengan berbagai gerakan yang memperluas ruang belajar literasi, termasuk Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 yang melibatkan pelajar, mahasiswa, guru, komunitas baca, dan pegiat seni.




