Foto: Nurizzi Rifqi Ferdian/Politeknik Negeri Subang
KORAN EDUKASI — Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Subang (Polsub) mengembangkan sistem Smart AI Learning yang dipadukan dengan gim petualangan dua dimensi “Legend of Math Knight” untuk membantu siswa mempelajari matematika.
Riset terapan tersebut dipimpin dosen Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer Polsub Mohammad Iqbal bersama Slamet Rahayu. Dua mahasiswa, Faiq Raihan Musyaffa dan Alya Maratun Jamilah, turut terlibat dalam pengembangannya.
Materi Disesuaikan dengan Gaya Belajar Siswa
Inovasi ini didukung Program Penelitian Kompetitif Internal P2V Polsub 2026 dan diarahkan untuk menjawab tantangan literasi serta numerasi siswa sekolah menengah pertama. Uji coba dilakukan bersama siswa kelas VII SMP Negeri 1 Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Sebelum mempelajari bilangan bulat, siswa mengisi kuesioner VARK yang memetakan kecenderungan belajar visual, auditori, membaca, dan kinestetik. Platform kemudian menyesuaikan penyajian materi dengan profil belajar masing-masing siswa.
“Kami menghadirkan personalisasi pembelajaran melalui e-learning yang terintegrasi dengan kuesioner gaya belajar VARK,” ujar Mohammad Iqbal dalam publikasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Gim dibangun menggunakan Unity Game Engine dengan pendekatan pengembangan perangkat lunak Waterfall dan metode perancangan gim serius. Siswa menyelesaikan soal bilangan bulat melalui enam tahap bertema, dari Hutan Bilangan hingga Kerajaan.
Guru Mendapat Dasbor Analitik
Sistem tidak hanya menyediakan permainan bagi siswa. Guru memperoleh dasbor analitik untuk memantau perkembangan akademik, penilaian otomatis, serta umpan balik berbasis kecerdasan artifisial dari waktu menjawab, skor gim, dan pola jawaban.
Skenario pembelajaran disusun mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Capaian Pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, unsur permainan tetap ditempatkan di dalam sasaran kurikulum.
Pengembangan tersebut memperlihatkan peran kampus dalam menghasilkan teknologi yang langsung diuji di ruang kelas. Koran Edukasi sebelumnya juga menyoroti dorongan agar kampus memimpin inovasi kendaraan listrik, bukan sekadar mengikuti kebutuhan pasar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 1 Cibogo Yana Suryana berharap aplikasi itu dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan numerasi siswa sekaligus membantu guru memantau pembelajaran secara terukur.




