Jumat, 2 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu MasyarakatHendro Muhaimin Dorong Pendidikan Pancasila Menjawab Tantangan Ruang Digital

Hendro Muhaimin Dorong Pendidikan Pancasila Menjawab Tantangan Ruang Digital

spot_img

Foto: RRI/Titik.

KORAN EDUKASI — Peneliti Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM) Hendro Muhaimin mendorong penguatan literasi kebangsaan digital untuk menghadapi disinformasi dan polarisasi. Pendidikan Pancasila, menurutnya, perlu memberi generasi muda pengalaman bermusyawarah dan bekerja bersama masyarakat.

Hendro Muhaimin menyampaikan pandangan itu dalam dialog Kawruh Pro 4 RRI Yogyakarta, Kamis (1/10/2026), saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Dalam laporan RRI, ia menyoroti polarisasi identitas, ketimpangan sosial, dan keterpisahan kelompok di ruang digital. Kecenderungan pengguna berinteraksi hanya dengan pandangan serupa membentuk ruang gema atau echo chamber yang memperumit persoalan tersebut.

Literasi kebangsaan digital yang ia usulkan mencakup kemampuan memeriksa kebenaran informasi, kesiapan berdialog, dan penghormatan terhadap keberagaman di media sosial.

Hendro Muhaimin juga mendorong pembelajaran Pancasila melalui diskusi interaktif, musyawarah, serta proyek kemasyarakatan. Pengalaman itu diperlukan agar nilai yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan.

Menurutnya, Pancasila perlu menjadi penghubung masyarakat yang beragam, landasan etika di ruang digital, serta pedoman keadilan dalam pembangunan. Relevansinya harus terlihat melalui keteladanan dan kemampuan menjawab persoalan masa depan bangsa.

Baca juga: Penguatan pendidikan Pancasila melalui keseharian sekolah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img